"Manusia benar-benar mati ketika tidak ada yang memikirkannya lagi."
KATA BIJAK # 1027 - BERTOLT BRECHT
"Buta terburuk adalah buta politik."
----------
Komentar :
Orang yang buta politik tak sadar bahwa biaya hidup, harga makanan, harga rumah, harga obat, semuanya bergantung pada keputusan politik. Mereka membanggakan sikap anti politiknya, membusungkan dada dan berkoar bahwa dia anti politik.
Orang dungu itu tidak tahu bahwa akibat dia mengabaikan politik adalah pelacuran, anak terlantar, perampokan, dan yang terburuk dari semuanya adalah pemerintah yang korup dan perusahaan-perusahaan multinasional yang menguras kekayaan negeri.
KATA BIJAK # 1019 - LARYY L. KING
"Tidak ada jalan pintas. Menulislah dan tulis ulang. Saat tidak menulis ulang maka membacalah."
[ Larry L. King ]
KATA BIJAK # 1016 - NOAM CHOMSKY
"Ketika orang takut, mereka lebih mudah dikendalikan. Itulah mengapa kekuasaan selalu menciptakan musuh."
[ Noam Chomsky ]
-------------------------
Komentar :
Itulah mengapa kekuasaan selalu
mencipta musuh,” mengungkap mekanisme halus dalam praktik kekuasaan. Ketakutan
melemahkan nalar kritis; dalam kondisi terancam, manusia cenderung mencari
perlindungan, bahkan jika itu berarti menyerahkan kebebasan berpikir dan
bertindak.
Penciptaan musuh—baik nyata maupun
imajiner—menjadi alat efektif untuk memelihara rasa takut tersebut. Musuh
memberi wajah pada kecemasan kolektif, sekaligus membenarkan kebijakan
represif, pengawasan berlebihan, atau ketidakadilan atas nama keamanan. Dalam
suasana seperti ini, pertanyaan kritis mudah dicap sebagai ancaman, dan
ketaatan dianggap sebagai kebajikan.
Chomsky mengingatkan pentingnya
kewaspadaan intelektual. Ketika ketakutan diproduksi secara sistematis, tugas
warga adalah mempertanyakan narasi yang dibangun kekuasaan. Hanya dengan
kesadaran dan keberanian berpikir kritis, masyarakat dapat membedakan antara
ancaman nyata dan ketakutan yang sengaja diciptakan untuk mengendalikan.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1CmvfxJ9y2/
KATA BIJAK # 1015 - NOAM CHOMSKY
"Tugas intelektual adalah berbicara kebenaran dan membongkar kebohongan."
[ Noam Chomsky ]
-------------------------
Komentar :
Berbicara kebenaran bukan tugas yang
ringan, apalagi ketika kebenaran itu tidak nyaman bagi banyak pihak.
Intelektual sering berada di posisi yang rawan, di antara kekuasaan,
kepentingan, dan tekanan sosial. Namun justru di situlah tanggung jawabnya diuji,
apakah ia memilih aman atau memilih jujur.
Membongkar kebohongan tidak selalu
berarti berteriak paling keras. Kadang ia hadir lewat tulisan yang tenang,
pertanyaan yang tepat, atau penolakan untuk ikut menyebarkan narasi palsu.
Intelektual sejati tahu bahwa kebohongan yang dibiarkan, lama-lama akan
dianggap wajar dan akhirnya dipercaya sebagai kebenaran.
Ketika kebenaran disuarakan dengan
kesadaran dan keberanian, ia mungkin tidak langsung mengubah keadaan. Tapi ia
menjaga nurani tetap hidup. Tugas intelektual bukan memenangkan popularitas,
melainkan menjaga akal sehat publik agar tidak sepenuhnya dikalahkan oleh tipu
daya dan kepentingan sempit.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1X9ZXgVujn/
KATA BIJAK # 1013 - SOCRATES
"Kekhawatiranku bukan pada kebebasan berbicara, melainkan pada kebodohan yang dibungkus dengan suara mayoritas."
[ Socrates ]
*****
Komentar :
Kekhawatiran terbesar dalam kehidupan
bersama bukanlah ketika semua orang bebas berbicara, melainkan ketika kebebasan
itu tidak disertai tanggung jawab berpikir. Suara yang lantang sering dianggap
benar hanya karena jumlahnya banyak, bukan karena isinya bermakna. Di titik
ini, kebenaran mulai kalah oleh keramaian.
Masalah muncul saat mayoritas tidak lagi
mau belajar, tapi ingin didengar. Pendapat disebar cepat tanpa dipahami, emosi
dijadikan argumen, dan kebingungan diklaim sebagai keberanian. Ketika ini
terjadi, kebebasan berubah fungsi dari alat pencerahan menjadi alat pembenaran.
Contoh yang dekat terlihat di media
sosial. Sebuah opini keliru bisa viral karena diulang ribuan kali. Banyak orang
ikut membagikan tanpa membaca tuntas, lalu marah saat dikritik. Jumlah like
menjadi pengganti akal sehat.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal serupa
terjadi saat keputusan bersama diambil hanya karena ikut suara terbanyak. Rapat
warga, pilihan pemimpin, bahkan penilaian moral sering ditentukan oleh tekanan
sosial, bukan pertimbangan rasional. Yang berbeda dianggap salah sebelum sempat
menjelaskan.
Bahaya sesungguhnya bukan pada orang
yang tidak tahu, tetapi pada situasi yang memberi panggung besar pada
ketidaktahuan. Ketika berpikir kritis dianggap mengganggu keharmonisan,
kebodohan justru dilindungi atas nama persatuan.
Jika kebebasan ingin tetap bermakna, ia
harus berjalan seiring dengan kesadaran. Suara mayoritas seharusnya lahir dari
pemahaman, bukan sekadar kebiasaan ikut-ikutan. Tanpa itu, kebebasan hanya akan
mempercepat kesesatan bersama.
-------------------------
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/16ysBGaxMN/
KATA BIJAK # 1012 - ARISTOTELES
“Korupsi dalam pemerintahan dimulai
ketika hukum tidak lagi berlaku sama bagi semua orang.”
[ Aristoteles ]
*****
Kutipan Aristoteles ini menegaskan bahwa
keadilan adalah fondasi utama pemerintahan yang sehat. Hukum diciptakan untuk
mengatur kehidupan bersama dan menjamin kesetaraan setiap warga negara di
hadapannya. Ketika hukum diterapkan secara pilih kasih—menguntungkan kelompok
tertentu dan merugikan yang lain—maka keadilan runtuh, dan dari situlah korupsi
mulai tumbuh.
Korupsi tidak selalu muncul dalam bentuk
suap atau penyalahgunaan uang negara, tetapi juga dalam bentuk perlakuan
istimewa, impunitas, dan ketidaksetaraan hukum. Jika pejabat atau kelompok
berkuasa kebal terhadap hukum sementara rakyat biasa dihukum dengan tegas,
kepercayaan publik terhadap pemerintahan akan hilang. Ketidakadilan semacam ini
membuka ruang bagi penyalahgunaan kekuasaan yang semakin meluas.
Melalui kutipan ini, Aristoteles
mengingatkan bahwa pemerintahan yang adil menuntut supremasi hukum yang
benar-benar setara. Tanpa kesetaraan di depan hukum, negara akan kehilangan
legitimasi moralnya. Oleh karena itu, penegakan hukum yang adil dan tidak
diskriminatif bukan hanya soal aturan, tetapi merupakan syarat mutlak untuk
mencegah korupsi dan menjaga keutuhan kehidupan bernegara.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/17ke3QVArq/
KATA BIJAK # 1010 - JEAN JACQUES ROUSSEAU
“Yang paling menyedihkan adalah ketika
manusia menjarah bumi dengan dalih kemajuan.”
[ Jean-Jacques Rousseau ]
-------------------------
Komentar :
1. “Kemajuan” tidak selalu berarti
perbaikan moral manusia
Rousseau adalah filsuf yang terkenal
dengan kritiknya terhadap konsep kemajuan.
Menurutnya, perkembangan teknologi, ilmu
pengetahuan, dan budaya tidak otomatis membuat manusia menjadi lebih baik.
Sering kali, justru sebaliknya: kemajuan
membuat manusia semakin rakus, sombong, dan jauh dari sifat alamiahnya yang
sederhana.
Dari sinilah muncul ide bahwa atas nama
kemajuan, manusia dapat melakukan tindakan merusak.
2. Menjarah bumi demi keuntungan
dianggap sebagai “kemajuan”
Dalam praktik modern, banyak tindakan
eksploitasi alam—penebangan hutan, penambangan besar-besaran, polusi
industri—dilakukan dengan alasan: pembangunan, pertumbuhan ekonomi,
modernisasi, perkembangan teknologi.
Rousseau akan melihat ini sebagai bentuk
penipuan moral: manusia merusak bumi tetapi menyebutnya “kemajuan”.
3. Alam sebagai bagian dari keadaan
alami manusia
Bagi Rousseau, manusia yang paling
bahagia adalah manusia yang hidup dekat dengan alam dan kesederhanaan.
Ketika manusia merusak bumi, ia
sesungguhnya merusak: sumber ketenangan, sumber kehidupan, hubungan dasar
antara manusia dan alam.
Oleh karena itu, “penjarahan bumi” bukan
hanya kerusakan ekologis, tetapi kerusakan terhadap hakikat manusia itu
sendiri.
4. Dalih kemajuan adalah bentuk
pembenaran diri
Kutipan ini mengkritik bagaimana manusia
sering membuat alasan mulia untuk tindakan yang sebenarnya merusak.
Rousseau menyoroti kecenderungan manusia
untuk: menganggap dirinya superior, mendefinisikan kemajuan secara material,
mengabaikan dampak moral dan ekologis dari tindakannya.
Yang menyedihkan bukan hanya penjarahan
itu sendiri, tetapi kebohongan moral yang menyertainya.
5. Pesan yang ingin disampaikan
Kutipan ini mengingatkan bahwa: kemajuan
tanpa moralitas adalah kehancuran, teknologi tanpa kebijaksanaan membawa
bencana, pembangunan yang mengabaikan alam bukan kemajuan, tetapi kemunduran,
dan manusia harus menilai kembali apa arti “maju” sesungguhnya.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1HCgPVxrht/
KATA BIJAK # 1005 - WILLIAM JAMES
"Seni menjadi bijak adalah seni mengetahui apa yang harus diabaikan."
[ William James ]
-------------------------
Komentar :
Hidup menghadirkan terlalu banyak hal
untuk diperhatikan sekaligus. Opini orang lain, tuntutan sosial, kesalahan
kecil, dan kegaduhan yang terus berulang sering menuntut respons. Tanpa
kebijaksanaan, seseorang akan kelelahan menanggapi semuanya. Di sinilah seni
menjadi bijak bermula, bukan dari kemampuan mengetahui banyak hal, melainkan
dari kecakapan memilih mana yang layak diberi perhatian.
Mengabaikan bukan berarti tidak peduli.
Ia justru menuntut kejernihan. Tidak semua kritik perlu dijawab, tidak semua
provokasi perlu diladeni, dan tidak semua masalah harus dijadikan pusat hidup.
Orang yang bijak memahami bahwa energi terbatas. Dengan memilih untuk
mengabaikan hal-hal yang tidak esensial, ia menjaga dirinya tetap utuh dan
tidak terpecah oleh kebisingan yang sia-sia.
Kebijaksanaan tumbuh dari keberanian
untuk berkata cukup. Cukup pada drama yang tidak perlu, cukup pada penilaian
yang tidak membangun, dan cukup pada hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai
diri. Dengan mengetahui apa yang harus diabaikan, hidup menjadi lebih lapang.
Bukan karena masalah berkurang, tetapi karena perhatian akhirnya diberikan pada
hal-hal yang benar-benar berarti.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1B9mvGCVkh/
KATA BIJAK # 998 - RABINDRANATH TAGORE
"Tujuan utama mengajar bukanlah memberikan penjelasan, tetapi mengetuk pintu-pintu pikiran."
[ Rabindranath Tagore ]
KATA BIJAK # 991 - HANS KELSEN
"Hukum tidak boleh menjadi alat kekuasaan, tetapi pelindung bagi semua yang hidup di bawahnya."
[ Hans Kelsen ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
KATA BIJAK # 989 - KARL POPPER
"Negara hukum sejati adalah yang menjamin bahwa tidak ada orang yang berada di atas hukum."
[ Karl Popper ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
KATA BIJAK # 988 - MARCUS TULLIUS CICERO
"Setiap orang bisa membuat kesalahan, tetapi hanya orang bodoh yang bertahan dalam kesalahannya."
[ Marcus Tullius Cicero ]
KATA BIJAK # 984 - MARCUS AURELIUS
"Hidup yang bahagia tergantung pada kualitas pikiranmu."
[ Marcus Aurelius ]
-------------------------
KOMENTAR :
Pikiran yang berkualitas adalah pikiran yang mampu mengendalikan dirinya, tidak mudah terombang-ambing oleh emosi sesaat, dan bisa menemukan ketenangan di tengah ketidakpastian. Ia tidak menuntut kesempurnaan dari dunia, karena tahu bahwa ketenangan tidak bergantung pada keadaan, melainkan pada sikap terhadap keadaan itu. Pikiran yang sehat mampu melihat peluang di balik kesulitan dan makna di balik penderitaan.
Maka dari itu, menjaga kualitas pikiran bukan hanya penting, tapi mendasar bagi kebahagiaan. Itu berarti merawat cara kita berpikir, mengolah emosi dengan bijak, dan melatih diri untuk tidak larut dalam kekhawatiran atau kebencian. Ketika pikiran kita jernih, hidup pun menjadi lebih ringan dijalani, dan kebahagiaan hadir bukan sebagai sesuatu yang dikejar, tetapi sebagai sesuatu yang tumbuh dari dalam.
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
KATA BIJAK # 981 - JOHN DEWEY
"Pendidikan bukan tentang mendapatkan informasi, tetapi tentang belajar berpikir kritis."
[ John Dewey ]
KATA BIJAK # 978 - ALBERT CAMUS
"Sastra adalah kebohongan yang menceritakan kebenaran, tidak seperti kebohongan yang menyembunyikan kenyataan."
[ Albert Camus ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
KATA BIJAK # 977 - SOCRATES
"Mereka yang tidak peduli pada kebenaran akan selalu mudah diperalat oleh kebohongan."
[ Socrates ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
KATA BIJAK # 976 - PLATO
"Orang-orang yang cukup berani untuk mengatakan kebenaran akan selalu dibenci oleh mereka yang mendapatkan keuntungan dari kebohongan."
[ Plato ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id



















