“Yang paling menyedihkan adalah ketika
manusia menjarah bumi dengan dalih kemajuan.”
[ Jean-Jacques Rousseau ]
-------------------------
Komentar :
1. “Kemajuan” tidak selalu berarti
perbaikan moral manusia
Rousseau adalah filsuf yang terkenal
dengan kritiknya terhadap konsep kemajuan.
Menurutnya, perkembangan teknologi, ilmu
pengetahuan, dan budaya tidak otomatis membuat manusia menjadi lebih baik.
Sering kali, justru sebaliknya: kemajuan
membuat manusia semakin rakus, sombong, dan jauh dari sifat alamiahnya yang
sederhana.
Dari sinilah muncul ide bahwa atas nama
kemajuan, manusia dapat melakukan tindakan merusak.
2. Menjarah bumi demi keuntungan
dianggap sebagai “kemajuan”
Dalam praktik modern, banyak tindakan
eksploitasi alam—penebangan hutan, penambangan besar-besaran, polusi
industri—dilakukan dengan alasan: pembangunan, pertumbuhan ekonomi,
modernisasi, perkembangan teknologi.
Rousseau akan melihat ini sebagai bentuk
penipuan moral: manusia merusak bumi tetapi menyebutnya “kemajuan”.
3. Alam sebagai bagian dari keadaan
alami manusia
Bagi Rousseau, manusia yang paling
bahagia adalah manusia yang hidup dekat dengan alam dan kesederhanaan.
Ketika manusia merusak bumi, ia
sesungguhnya merusak: sumber ketenangan, sumber kehidupan, hubungan dasar
antara manusia dan alam.
Oleh karena itu, “penjarahan bumi” bukan
hanya kerusakan ekologis, tetapi kerusakan terhadap hakikat manusia itu
sendiri.
4. Dalih kemajuan adalah bentuk
pembenaran diri
Kutipan ini mengkritik bagaimana manusia
sering membuat alasan mulia untuk tindakan yang sebenarnya merusak.
Rousseau menyoroti kecenderungan manusia
untuk: menganggap dirinya superior, mendefinisikan kemajuan secara material,
mengabaikan dampak moral dan ekologis dari tindakannya.
Yang menyedihkan bukan hanya penjarahan
itu sendiri, tetapi kebohongan moral yang menyertainya.
5. Pesan yang ingin disampaikan
Kutipan ini mengingatkan bahwa: kemajuan
tanpa moralitas adalah kehancuran, teknologi tanpa kebijaksanaan membawa
bencana, pembangunan yang mengabaikan alam bukan kemajuan, tetapi kemunduran,
dan manusia harus menilai kembali apa arti “maju” sesungguhnya.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1HCgPVxrht/



No comments:
Post a Comment