"Tidak ada manfaat yang lebih besar bagi dunia islam selain persatuan."
[ Sayyid Ali Khamenei ]
"Pemimpin yang otoriter hanya akan memiliki bawahan yang takut bicara, bukan tim yang mau berpikir."
[ Simon Sinek ]
"Masa depan akan dimiliki oleh bangsa yang menguasai sains dan teknologi."
[ John F. Kennedy ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Tidak ada yang lebih berbahaya bagi tirani daripada rakyat yang sadar akan kekuatannya."
[ Thomas Jefferson ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Komputer-komputer, jaringan internet dan dunia cyber ada di depan kalian. Jika mampu, pelajarilah.
Kalian akan dapat menyampaikan satu untaian kata yang benar kepada ribuan orang pendengar atau pembaca yang tidak pernah kalian kenal.
Ini merupakan peluang yang istimewa. Jangan sampai kesempatan ini dilewatkan begitu saja.
Jika kesempatan ini terbuang percuma, kelak Allah SWT akan mempertanyakannya kepada saya dan kalian di hari kiamat."
[ Sayyid Ali Khamenei ]
"Kebebasan tidak akan bertahan lama jika rakyat kehilangan kekuatan untuk mengendalikan pemerintahannya."
[ Thomas Jefferson ]
-------------------------
KOMENTAR :
Kutipan Thomas Jefferson ini menggugah kita untuk memikirkan betapa pentingnya peran rakyat dalam menjaga kebebasan dan demokrasi.
Tanpa kontrol yang kuat dari warga negara, kebebasan yang kita nikmati bisa saja terancam atau bahkan hilang.
Apakah menurut kamu kita sebagai warga negara masih memiliki cukup kekuatan untuk mempengaruhi keputusan pemerintah?
Atau, apakah kekuasaan yang semakin terpusat di tangan segelintir orang justru mengurangi kontrol rakyat terhadap pemerintah?
Pernahkah kamu merasa bahwa keputusan yang diambil pemerintah tidak mencerminkan keinginan atau kebutuhan masyarakat?
Bagaimana cara agar kita, sebagai bagian dari rakyat, bisa lebih terlibat dalam menjaga agar kebebasan tetap terjaga?
Apakah partisipasi politik, seperti memilih atau berorganisasi, sudah cukup untuk memastikan kita memiliki kontrol terhadap pemerintahan?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Semua yang berjuang melawan hawa nafsu adalah pahlawan, karena mereka tidak akan mendatangkan kerugian atas negeri mereka."
[ Imam Khomeini ]
"Tidak ada jalan pintas menuju kebenaran; sains adalah jalur panjang yang jujur."
[ Angela Merkel ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
[ Sayyid Ali Khamenei ]
"Pendidkan bukan hanya tentang mendapatkan informasi, tetapi tentang belajar berpikir kritis."
[ Tom Nichols ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/kasih.tulus.921
"Cara terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur atas rahmat (dari Allah) adalah dengan sedikit bicara tapi lebih banyak berbuat."
[ Imam Khomeini ]
"Banyak yang bisa berpikir jernih, tapi sedikit yang berani bertindak benar saat resikonya besar."
[ Vaclav Havel ]
"Tidak ada kemajuan tanpa kepemimpinan yang berani dan jujur."
-- Nelson Mandela [ Peraih Nobel Perdamaian (1993), Pengacara dan Politikus dari Afrika Selatan, 1918 - 2013 ] --
-------------------------
Komentar :
Kutipan Nelson Mandela ini mengajak kita untuk berpikir tentang kualitas kepemimpinan yang benar-benar mendorong perubahan.
Berani mengambil langkah besar meski penuh risiko, dan jujur dalam menghadapi kenyataan yang mungkin tidak selalu nyaman.
Tanpa kedua hal ini, kemajuan bisa terhambat oleh ketakutan atau ketidakjelasan arah.
Apa yang menurut kamu lebih sulit: menjadi seorang pemimpin yang berani, atau yang jujur?
Dan apakah menurut kamu kemajuan suatu organisasi, negara, atau komunitas bisa terwujud tanpa dua kualitas ini?
Pernahkah kamu melihat pemimpin yang berhasil mendorong kemajuan karena keberanian dan kejujurannya, atau sebaliknya, pemimpin yang gagal meskipun punya kekuasaan besar?
Bagaimana menurutmu, apakah kepemimpinan yang berani dan jujur adalah kunci untuk kemajuan yang berkelanjutan?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Jika dirimu yakin sebagai pengikut Rasulullah SAW, dan ingin mewujudkan apa yang Rasulullah SAW ajarkan, maka jangan pernah letakkan posisi Rasulullah SAW untuk dilecehkan hanya karena buruknya perangai dan perilakumu."
( "If you believe that you are a follower of the Prophet Muhammad, and you want to realize what the Prophet Muhammad taught, so never put the position of Prophet Muhammad to be harassed just because of your bad temper and behavior." )
-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --
"Perdamaian itu indah, tetapi keadilan jauh lebih indah lagi."
( "Peace is beautiful, but justice is more beautiful." )
-- Sayyid Ali Khamenei [ Pemimpin Tertinggi Iran ] --
"Selama kita belum memperbaiki diri kita, tidak akan mungkin kita bisa memperbaiki negara kita."
-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --
-- Joko Widodo [ Presiden Republik Indonesia ke-7 ] --
"Dosa membuat sebuah hijab antara kita dengan rahmat dan karunia ilahi. Dan dengan istighfar akan menyingkirkan hijab tersebut."
-- Sayyid Ali Khamenei [ Pemimpin Tertinggi Iran ] --
"Kemuliaan terbesar dalam hidup bukanlah karena tidak pernah jatuh, tetapi karena bangkit setap kali kita jatuh."
-- Nelson Mandela [ Peraih Nobel Perdamaian (1993), Pengacara dan Politikus dari Afrika Selatan, 1918 - 2013 ] --
-------------------------
KOMENTAR :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/kasih.tulus.921
-- Thomas Jefferson [ Bapak Pendiri dan Presiden Amerika Serikat, 1743 - 1826 ] --
-------------------------
KOMENTAR :
Kutipan dari Thomas Jefferson ini, "Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan," mengajak kita untuk merenung tentang peran kejujuran dalam membangun kebijaksanaan.
Jika kita memikirkan kebijaksanaan sebagai sebuah buku, maka kejujuran adalah dasar yang paling fundamental.
Tanpa kejujuran, kita mungkin tidak bisa benar-benar memahami diri sendiri atau orang lain, dan kebijaksanaan kita pun jadi rapuh.
Menurut kamu, seberapa penting kejujuran dalam proses menjadi bijaksana?
Bisakah seseorang dianggap bijaksana tanpa kejujuran?
Atau adakah situasi di mana kejujuran harus dipertanyakan, misalnya saat "kejujuran" bisa melukai perasaan orang lain?
Selain itu, apakah kejujuran selalu berarti berbicara kebenaran tanpa filter, atau adakah cara-cara tertentu yang lebih bijaksana untuk menyampaikan kebenaran?
Apakah kita harus selalu mengutamakan kejujuran dalam semua aspek kehidupan, atau ada kalanya kebijaksanaan menuntut kita untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikannya?
Apa pendapat kamu, apakah kejujuran benar-benar adalah pondasi utama dalam mencapai kebijaksanaan?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id