"Kemerdekaan sejati lahir dari keberanian hati dan yakin pada kebenaran. Hati yang dipenuhi cahaya keimanan takkan gentar menghadapi badai zaman."
-- Ayatullah Ali Khamenei --
"Kemerdekaan sejati lahir dari keberanian hati dan yakin pada kebenaran. Hati yang dipenuhi cahaya keimanan takkan gentar menghadapi badai zaman."
-- Ayatullah Ali Khamenei --
"Tugas intelektual adalah berbicara kebenaran dan membongkar kebohongan."
[ Noam Chomsky ]
-------------------------
Komentar :
Berbicara kebenaran bukan tugas yang
ringan, apalagi ketika kebenaran itu tidak nyaman bagi banyak pihak.
Intelektual sering berada di posisi yang rawan, di antara kekuasaan,
kepentingan, dan tekanan sosial. Namun justru di situlah tanggung jawabnya diuji,
apakah ia memilih aman atau memilih jujur.
Membongkar kebohongan tidak selalu
berarti berteriak paling keras. Kadang ia hadir lewat tulisan yang tenang,
pertanyaan yang tepat, atau penolakan untuk ikut menyebarkan narasi palsu.
Intelektual sejati tahu bahwa kebohongan yang dibiarkan, lama-lama akan
dianggap wajar dan akhirnya dipercaya sebagai kebenaran.
Ketika kebenaran disuarakan dengan
kesadaran dan keberanian, ia mungkin tidak langsung mengubah keadaan. Tapi ia
menjaga nurani tetap hidup. Tugas intelektual bukan memenangkan popularitas,
melainkan menjaga akal sehat publik agar tidak sepenuhnya dikalahkan oleh tipu
daya dan kepentingan sempit.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1X9ZXgVujn/
"Banyak yang tersesat bukan karena tidak tahu, tetapi karena enggan menerima yang benar."
[ Jalaluddin Rumi ]
"Kebenaran yang pahit lebih sehat bagi jiwa dibanding kebohongan yang manis."
[ George Orwell ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Sastra adalah kebohongan yang menceritakan kebenaran, tidak seperti kebohongan yang menyembunyikan kenyataan."
[ Albert Camus ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Mereka yang tidak peduli pada kebenaran akan selalu mudah diperalat oleh kebohongan."
[ Socrates ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Orang-orang yang cukup berani untuk mengatakan kebenaran akan selalu dibenci oleh mereka yang mendapatkan keuntungan dari kebohongan."
[ Plato ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Tujuan utama sains adalah untuk mencari kebenaran, tidak peduli seberapa tidak nyamannya itu."
[ Richard Feynman ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Tidak ada otoritas dalam sains; hanya bukti yang menentukan kebenaran."
[ Carl Sagan ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Ketika logika digunakan secara konsisten, kebenaran akan terungkap."
[ Isaac Asimov ]
-------------------------
Komentar :
Kutipan Isaac Asimov ini mengajak kita untuk berpikir lebih dalam tentang peran logika dalam mengungkap kebenaran.
Ketika kita menghadapi sebuah masalah atau situasi yang kompleks, seringkali kita dihadapkan pada berbagai sudut pandang dan informasi yang bisa membingungkan.
Namun, Isaac Asimov mengingatkan kita bahwa logika yang diterapkan secara konsisten—dalam artian penggunaan akal sehat dan prinsip-prinsip berpikir yang teratur—akan mengarah pada pemahaman yang lebih jelas tentang apa yang sebenarnya benar.
Pernahkah kamu merasa kebingungan ketika menghadapi informasi yang kontradiktif?
Apa yang biasanya kamu lakukan untuk menentukan mana yang benar?
Apakah kamu setuju bahwa logika adalah kunci utama dalam mengungkap kebenaran, atau ada faktor lain yang tidak bisa kita abaikan?
Coba bayangkan, jika kita semua bisa mempraktikkan logika dengan lebih konsisten dalam kehidupan sehari-hari—baik dalam pekerjaan, hubungan pribadi, bahkan dalam cara kita menghadapi berita atau media sosial—apakah dunia kita akan lebih mudah dipahami?
Ataukah, terkadang, ada ruang bagi intuisi dan perasaan yang perlu diutamakan?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Tidak ada jalan pintas menuju kebenaran; sains adalah jalur panjang yang jujur."
[ Angela Merkel ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Bagian terburuk dari dibohongi adalah mengetahui bahwa Anda tidak layak untuk menerima kebenaran."
[ Jean-Paul Sartre ]
"Siapa pun yang memperjuangkan kebenaran, pasti mengganggu kenyamanan para pembohong."
[ George Orwell ]
"Kebenaran dalam sains adalah proses tanpa akhir, bukan sesuatu yang mutlak."
[ Thomas Kuhn ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Kebenaran ilmiah tidak ditentukan oleh suara terbanyak, tapi oleh bukti."
[ Galileo Galilei ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Pembohong yang baik adalah orang yang bisa membuat kebohongan terdengar seperti kebenaran."
[ Jonathan Swift ]
"Setiap ajaran yang mempercayai dan meyakini kebenarannya, harus melindungi kebebasan berpikir dan berkepercayaan."
[ Murtadha Muthahhari ]
"Kebodohan terbesar adalah menolak kebenaran hanya karena tidak sesuai dengan keinginanmu."
[ Voltaire ]
-------------------------
KOMENTAR 1 :
Kebenaran tetaplah kebenaran, meskipun tidak menyenangkan, menyakitkan, atau bertentangan dengan harapan dan keinginan pribadi.
Menolak kebenaran hanya karena tidak cocok dengan keinginan diri adalah bentuk penyesatan diri yang bodoh, karena hal itu tidak mengubah kenyataan—hanya membuat seseorang buta terhadapnya.
Sikap seperti ini sering muncul dalam konteks politik, agama, dan kehidupan sehari-hari, ketika orang lebih memilih ilusi atau kenyamanan emosional daripada menerima dan menghadapi kenyataan yang objektif.
Beranilah menerima kebenaran, meski itu pahit. Karena kebijaksanaan tumbuh dari kejujuran terhadap realitas, bukan dari menyembunyikannya di balik keinginan.
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
-------------------------
KOMENTAR 2 :
Menolak kebenaran bukanlah bentuk keberanian, melainkan pertahanan rapuh dari ego yang enggan dikoreksi. Kebenaran, meski pahit atau tidak menyenangkan, tetap berdiri apa adanya—tak berubah hanya karena seseorang menolaknya. Ketika seseorang lebih memilih kenyamanan ilusi daripada realitas yang menantang, ia sedang memenjarakan dirinya dalam kebodohan yang disengaja.
Keinginan pribadi sering kali membuat kita mengabaikan bukti, menolak logika, dan membungkam suara hati yang tahu. Dalam kondisi ini, bukan kebenaran yang bermasalah, melainkan keberanian untuk menerimanya yang tidak ada. Akibatnya, seseorang bisa terus berada di jalan yang salah dengan penuh keyakinan, merasa benar hanya karena enggan merasa bersalah.
Kebodohan semacam ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain. Ia menjadi akar dari fanatisme, konflik, bahkan penindasan. Maka, menerima kebenaran meskipun menyakitkan bukan tanda kelemahan, melainkan cerminan dari kedewasaan dan kerendahan hati. Sebab pertumbuhan sejati hanya mungkin terjadi jika kita bersedia berubah setelah disadarkan.
Diambil dari :
https://web.facebook.com/kasih.tulus.921
-------------------------
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
"Kebenaran seringkali pahit, tetapi lebih baik daripada kebohongan yang manis."
[ Mochtar Lubis ]
-------------------------
KOMENTAR :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/Kasih.tulus.921
"Jika sistem itu tak bisa diperiksa kebenarannya atau tak tak bisa dikritik, maka akan mati juga ilmu pasti itu."
[ Tan Malaka ]