Showing posts with label BIJAK / KEBIJAKSANAAN. Show all posts
Showing posts with label BIJAK / KEBIJAKSANAAN. Show all posts

KATA BIJAK # 1005 - WILLIAM JAMES

"Seni menjadi bijak adalah seni mengetahui apa yang harus diabaikan."

[ William James ]

-------------------------

Komentar :

Hidup menghadirkan terlalu banyak hal untuk diperhatikan sekaligus. Opini orang lain, tuntutan sosial, kesalahan kecil, dan kegaduhan yang terus berulang sering menuntut respons. Tanpa kebijaksanaan, seseorang akan kelelahan menanggapi semuanya. Di sinilah seni menjadi bijak bermula, bukan dari kemampuan mengetahui banyak hal, melainkan dari kecakapan memilih mana yang layak diberi perhatian.

Mengabaikan bukan berarti tidak peduli. Ia justru menuntut kejernihan. Tidak semua kritik perlu dijawab, tidak semua provokasi perlu diladeni, dan tidak semua masalah harus dijadikan pusat hidup. Orang yang bijak memahami bahwa energi terbatas. Dengan memilih untuk mengabaikan hal-hal yang tidak esensial, ia menjaga dirinya tetap utuh dan tidak terpecah oleh kebisingan yang sia-sia.

Kebijaksanaan tumbuh dari keberanian untuk berkata cukup. Cukup pada drama yang tidak perlu, cukup pada penilaian yang tidak membangun, dan cukup pada hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai diri. Dengan mengetahui apa yang harus diabaikan, hidup menjadi lebih lapang. Bukan karena masalah berkurang, tetapi karena perhatian akhirnya diberikan pada hal-hal yang benar-benar berarti.

*****

Sumber :

https://web.facebook.com/share/p/1B9mvGCVkh/

KATA BIJAK # 894 - BENJAMIN FRANKLIN

KATA BIJAK # 894 - BENJAMIN FRANKLIN

"Pintu gerbang menuju kebijaksanaan yang besar adalah mengenali dengan jelas tentang kebodohan kita sendiri."

[ Benjamin Franklin ]

KATA BIJAK # 751-- ARISTOTELES

KATA BIJAK # 751-- ARISTOTELES

"Pemimpin yang bijak bukan memerintah dengan kekuatan, tapi dengan kebijaksanaan."

-- Aristoteles [ Filsuf dari Yunani, 384 - 322 SM ] --

-------------------------

Komentar :

Kutipan Aristoteles ini dalam bukunya berjudul "Politik" mengajak kita untuk merefleksikan kembali apa itu kepemimpinan yang sebenarnya. 

Dalam dunia yang penuh dengan tantangan, banyak pemimpin yang mengandalkan kekuatan atau otoritas untuk mempengaruhi orang lain. 

Namun, Aristoteles mengajarkan bahwa kepemimpinan yang sejati adalah yang dibangun atas dasar kebijaksanaan, bukan paksaan. 

Apa yang sebenarnya dimaksud dengan **kebijaksanaan** dalam konteks kepemimpinan? 

Apakah kebijaksanaan itu lebih kepada kemampuan untuk membuat keputusan yang adil, atau bagaimana kita menyelesaikan konflik dan membimbing orang lain menuju tujuan bersama? 

Apakah kamu setuju bahwa kekuatan tidak seharusnya menjadi dasar utama kepemimpinan? 

Pernahkah kamu bekerja dengan pemimpin yang mengedepankan kebijaksanaan daripada kekuasaan? Bagaimana pengaruhnya terhadap tim? 

Bagaimana cara seorang pemimpin bisa mengembangkan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan, terutama saat menghadapi situasi yang sulit atau penuh tekanan?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 717 -- THOMAS SZASZ

Thomas Szasz

"Orang bodoh adalah mereka yang tak pernah memaafkan dan melupakan, orang naif adalah mereka yang memaafkan dan melupakan; mereka yang memaafkan, tetapi tidak melupakan adalah orang bijak."

[ "The stupid neither forgive nor forget; the naive forgive and forget; the wise forgive but do not forget." ]

-- Thomas Szasz [ Psikiater dari Amerika Serikat, 1920-2012 ] ==

KATA BIJAK # 689 -- THOMAS JEFFERSON

KATA BIJAK # 689 -- THOMAS JEFFERSON

"Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan."

-- Thomas Jefferson [ Bapak Pendiri dan Presiden Amerika Serikat, 1743 - 1826 ] --

-------------------------

KOMENTAR :

Kutipan dari Thomas Jefferson ini, "Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan," mengajak kita untuk merenung tentang peran kejujuran dalam membangun kebijaksanaan. 

Jika kita memikirkan kebijaksanaan sebagai sebuah buku, maka kejujuran adalah dasar yang paling fundamental. 

Tanpa kejujuran, kita mungkin tidak bisa benar-benar memahami diri sendiri atau orang lain, dan kebijaksanaan kita pun jadi rapuh. 

Menurut kamu, seberapa penting kejujuran dalam proses menjadi bijaksana? 

Bisakah seseorang dianggap bijaksana tanpa kejujuran? 

Atau adakah situasi di mana kejujuran harus dipertanyakan, misalnya saat "kejujuran" bisa melukai perasaan orang lain? 

Selain itu, apakah kejujuran selalu berarti berbicara kebenaran tanpa filter, atau adakah cara-cara tertentu yang lebih bijaksana untuk menyampaikan kebenaran? 

Apakah kita harus selalu mengutamakan kejujuran dalam semua aspek kehidupan, atau ada kalanya kebijaksanaan menuntut kita untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikannya? 

Apa pendapat kamu, apakah kejujuran benar-benar adalah pondasi utama dalam mencapai kebijaksanaan?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 549 -- ALI BIN ABI THALIB


"Banyak bicara membuat orang yang bijaksana tergelincir dan orang yang bersabar menjadi lelah."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Ghurar Al-Hikam, hadits 4101 ] --

KATA BIJAK # 513 -- BOB PROCTOR

"Sebanyak apapun kau membaca atau menghafal tidak akan membawa kesuksesan dalam hidup. Pemahaman dan aplikasi pemikiran bijaklah yang utama."

-- Bob Proctor [ Penulis You Were Born Rich dan pengajar dalam The Secret ] --

KATA BIJAK # 490-- ALI BIN ABI THALIB


"Orang yang bijak itu adalah mereka yang membalas kejahatan dengan kebaikan. (Karena itu) orang yang bijak adalah mereka yang paling mulia jiwanya di antara manusia.”

-- Ali bin Abi Thalib [ 599 - 661 Masehi ] --

KATA BIJAK # 465 -- ALI BIN ABI THALIB


"Barangsiapa bersikap bijak (menahan amarah) maka ia akan menjadi pemimpin, dan barangsiapa banyak mencari tahu maka ilmunya akan bertambah."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Ghurarul Hikam ] --

KATA BIJAK # 462 -- IMAM MUSA AL-KAZIM


"Orang yang bijak akan menghindarkan diri dari urusan dunia yang berlebihan, apalagi dari dosa, dan meninggalkan urusan dunia yang berlebihan adalah keutamaan dan menghindari dosa adalah kewajiban."

-- Imam Musa Al-Kazim, 745 - 799 [ Al Kafi ] --

KATA BIJAK # 397 -- NABI MUHAMMAD SAAW

 

Baginda saaw juga bersabda, "Mimpi hanyalah sebuah (ramalan) nasib buruk bagi seseorang selama mimpi itu belum ditafsirkan. Apabila ditafsirkan maka mimpi itu akan menjadi kenyataan. Oleh itu, jangan ceritakan mimpimu kecuali hanya kepada orang yang bijak."
[ Kanzul 'Ummal, jilid 15, hlm 364, hadis 41390 ]
Juga, "Ceritakan mimpimu hanya kepada orang alim atau orang bijak."
[ Kanzul 'Ummal, jilid 15, hlm 361, hadis 41395 ]

KATA BIJAK # 268 -- PROF. DR. NASARUDDIN UMAR

 Prof. Dr. Nasaruddin Umar

"Kita jangan memahami agama di permukaan karena nanti akan muncul persoalan. Saya berkeyakinan semakin dalam pemahaman kita terhadap agama masing-masing agama maka insya Allah kita semakin bijak."

-- Prof. Dr. Nasaruddin Umar --

KATA BIJAK # 37 -- LUQMAN AL-HAKIM

Lukman Hakim

 "Wahai anakku! Berdiam diri itu adalah hikmah (perbuatan yang bijak) sedangkan amat sedikit orang yang melakukannya."

-- Luqman Al-Hakim [ Seorang arif yang namanya diabadikan dalam Al-Quran dalam surat Al-Luqman ] --