"Kemerdekaan sejati lahir dari keberanian hati dan yakin pada kebenaran. Hati yang dipenuhi cahaya keimanan takkan gentar menghadapi badai zaman."
-- Ayatullah Ali Khamenei --
"Kemerdekaan sejati lahir dari keberanian hati dan yakin pada kebenaran. Hati yang dipenuhi cahaya keimanan takkan gentar menghadapi badai zaman."
-- Ayatullah Ali Khamenei --
"Anda tidak bisa menakuti kami dengan kelaparan, karena kami dari Ramadhan. Anda tak bisa menakui kami dengan kematian, karena kami dari Muharram."
-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --
"Orang-orang yang cukup berani untuk mengatakan kebenaran akan selalu dibenci oleh mereka yang mendapatkan keuntungan dari kebohongan."
[ Plato ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Jika kau tak berani lagi bertanya, kita akan jadi korban keputusan-keputusan. Jangan kau penjarakan ucapanmu."
[ Wiji Thukul ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Sains adalah upaya berani untuk melihat kenyataan apa adanya."
[ Stephen Hawking ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Kedewasaan tidak diukur dari usia, tapi dari seberapa besar kita berani memikul konsekuensi dari pilihan kita."
[ Eleanor Roosevelt ]
"Bukan karena hal-hal sulit sehingga kita tidak berani, tetapi karena kita tidak berani sehingga hal-hal menjadi sulit."
[ Seneca ]
-------------------------
KOMENTAR :
Kutipan dari Seneca ini mengajak kita untuk berpikir tentang bagaimana rasa takut dan ketidakberanian sering kali menjadi penghalang terbesar kita dalam menghadapi tantangan.
Apakah kamu setuju dengan kutipan Seneca ini?
Pernahkah kamu merasa sesuatu yang awalnya tampak sulit dan menakutkan menjadi lebih mudah setelah kalian memutuskan untuk mengambil langkah pertama?
Atau mungkin, ada hal-hal yang kamu tunda hanya karena rasa takut akan kegagalan?
Apa yang menurut kamu bisa membantu untuk mengatasi rasa takut ini dan membangun keberanian?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Keberanian moral lebih langka daripada kecerdasan."
[ Napoleon Bonaparte ]
-------------------------
KOMENTAR :
Kutipan dari Napoleon Bonaparte ini mengajak kita untuk berpikir tentang apa yang lebih sulit dicapai dalam hidup—apakah itu kecerdasan yang memadai atau keberanian untuk melakukan hal yang benar, terutama ketika itu sulit atau tidak populer.
Keberanian moral bukan hanya tentang berani mengatakan yang benar, tetapi juga bertindak sesuai dengan prinsip kita, meskipun ada risiko atau tekanan untuk mengikuti arus.
Menurut kamu, apakah benar bahwa keberanian moral lebih langka daripada kecerdasan?
Apakah kita sering melihat orang cerdas yang gagal menunjukkan keberanian moral dalam menghadapi situasi yang sulit?
Bagaimana kamu menilai keberanian moral dalam kehidupan sehari-hari?
Apakah ada momen dalam hidup kamu di mana keberanian moral mengharuskan kamu untuk berdiri teguh, meskipun itu mungkin tidak menguntungkan secara pribadi?
Pernahkah kamu menghadapi dilema moral di mana harus memilih antara berbuat benar atau mengikuti jalan yang lebih mudah?
Apa yang menurut kamu membuat keberanian moral menjadi hal yang sangat langka, dan bagaimana kita bisa mengasahnya dalam diri kita?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Anda tak akan pernah bisa merencanakan masa depan hanya dengan bercermin masa lalu. Intuisi dan keberanian justru sangat berperan."
-- Edmund Burke ( Negarawan, Politikus, Ahli Pidato, dan Filsuf dari Inggris | 1729 - 1797 ) --
-------------------------
KOMENTAR :
Masa lalu memang guru yang berharga, tapi bukan satu-satunya penunjuk arah. Jika hidup hanya dijalani dengan terus-menerus menoleh ke belakang, kita akan kehilangan peluang yang terbentang di depan.
Pengalaman penting, tapi tidak cukup. Dunia berubah, dan masa depan selalu membawa ketidakpastian yang tak bisa diatasi hanya dengan pola lama.
Intuisi adalah cara hati membaca kemungkinan, dan keberanian adalah bahan bakarnya.
Keduanya menjadi penentu saat logika berhenti di batas pengetahuan.
Maka, merancang masa depan menuntut lebih dari sekadar kalkulasi—ia butuh kepekaan untuk merasakan arah, dan keberanian untuk menapaki jalan yang belum pasti.
Orang yang hanya hidup dari masa lalu akan tersesat dalam kenangan. Sementara mereka yang percaya pada intuisi dan berani melangkah, akan menulis masa depan yang tak bisa dicontoh dari buku mana pun.
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/kasih.tulus.921
"Pengetahuan diri (mengenal diri) bukanlah jaminan kebahagiaan, tetapi berpihak pada kebahagiaan dan dapat membekali keberanian untuk memperjuangkannya."
( "Self-knowledge is no guarantee of happiness, but it is on the side of happiness and can supply the courage to fight for it." )
-- Simone De Beauvoir [ Penulis dan Filsuf Perancis, 1908 - 1986 ] --
"Tidak ada kemajuan tanpa kepemimpinan yang berani dan jujur."
-- Nelson Mandela [ Peraih Nobel Perdamaian (1993), Pengacara dan Politikus dari Afrika Selatan, 1918 - 2013 ] --
-------------------------
Komentar :
Kutipan Nelson Mandela ini mengajak kita untuk berpikir tentang kualitas kepemimpinan yang benar-benar mendorong perubahan.
Berani mengambil langkah besar meski penuh risiko, dan jujur dalam menghadapi kenyataan yang mungkin tidak selalu nyaman.
Tanpa kedua hal ini, kemajuan bisa terhambat oleh ketakutan atau ketidakjelasan arah.
Apa yang menurut kamu lebih sulit: menjadi seorang pemimpin yang berani, atau yang jujur?
Dan apakah menurut kamu kemajuan suatu organisasi, negara, atau komunitas bisa terwujud tanpa dua kualitas ini?
Pernahkah kamu melihat pemimpin yang berhasil mendorong kemajuan karena keberanian dan kejujurannya, atau sebaliknya, pemimpin yang gagal meskipun punya kekuasaan besar?
Bagaimana menurutmu, apakah kepemimpinan yang berani dan jujur adalah kunci untuk kemajuan yang berkelanjutan?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
[ Penemu dan Pengusaha asal Amerika Serikat, 1847 - 1931 ]
-------------------------
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
-- Eleanor Roosevelt [ Kolumnis / Penulis, 'First Lady' atau Ibu Negara Amerika Serikat (1933 - 1945), 1884 - 1962 ] --
-------------------------
KOMENTAR :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/Kasih.tulus.921
( "The secret to happiness is freedom. And the secret to freedom is courage." )
-- Thucydides [ Penulis dan Sejarawan Yunani Kuno, 460 - 400 SM ] --
-------------------------
KOMENTAR :
Kutipan Nelson Mandela ini mengingatkan kita bahwa kata-kata bukan sekadar hiasan.
Dalam tangan seorang pemimpin, retorika bisa menjadi kekuatan yang menggerakkan—menyalakan harapan di tengah krisis, menumbuhkan keberanian saat ketakutan melanda.
Tapi… retorika juga bisa menjadi pisau bermata dua.
Di tangan yang salah, kata-kata bisa menyesatkan, memanipulasi, bahkan memecah belah.
Menurutmu, apakah retorika masih punya kekuatan nyata di era sekarang yang serba cepat dan skeptis ini?
Apa contoh retorika yang pernah menyentuh atau menginspirasi kamu secara pribadi?
Bagaimana kita bisa membedakan antara retorika yang membangun dan yang sekadar membius?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
-------------------------
KOMENTAR :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/kasih.tulus.921