Showing posts with label DERITA / MENDERITA / PENDERITAAN. Show all posts
Showing posts with label DERITA / MENDERITA / PENDERITAAN. Show all posts

KATA BIJAK # 859 - VIKTOR E. FRANKL

KATA BIJAK # 859 - VIKTOR E. FRANKL

"Penderitaan berhenti menjadi penderitaan pada saat ia menemukan maknanya."

[ Viktor E. Frankl ]

-------------------------

KOMENTAR :

Penderitaan, pada dasarnya, adalah bagian dari hidup yang tak bisa dihindari. Tapi ia menjadi beban yang menyiksa saat dijalani tanpa arah atau pengertian. Begitu seseorang mampu memberi makna pada penderitaannya—entah melalui tujuan, keyakinan, atau nilai yang dipegang teguh—rasa sakit itu berubah wajah. Ia tak lagi sekadar luka, tapi menjadi jalan pembelajaran dan pendewasaan.

Makna memberikan penderitaan konteks yang lebih luas. Seorang ibu mungkin rela menahan sakit saat melahirkan karena tahu bahwa rasa sakit itu melahirkan kehidupan. Seorang pejuang mungkin menahan lelah dan perih karena yakin pada cita-cita yang lebih besar dari dirinya. Dalam makna, penderitaan menemukan tempatnya yang utuh, tidak lagi dilawan, tapi dihayati.

Di sinilah manusia membuktikan bahwa ia bukan sekadar korban keadaan, tetapi makhluk yang mampu mentransformasi derita menjadi kekuatan. Ketika penderitaan mendapat makna, ia tak lagi melemahkan, justru menguatkan. 


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 677 -- SIR ARTHUR HELPS

Sir Arthur Helps

"Kekuatan berasal dari keheningan hati yang mengalami penderitaan panjang; bukan di tengah-tengah kesenangan."

-- Sir Arthur Helps [ Penulis dari Inggris, 1813 - 1875 ] --

KATA BIJAK # 668 -- OSCAR WILDE

Oscar Wilde

"Siapapun bisa bersimpati pada penderitaan temannya, tapi perlu sifat mulia untuk bersimpati pada kesuksesan temannya."

( "Anybody can sympathise with the sufferings of a friend, but it requires a very fine nature to sympathise with a friend's success." )

-- Oscar Wilde [ Penulis dari Irlandia, 1854 - 1900 ] --

-------------------------

Komentar :

Oscar Wilde menyindir kecenderungan manusia: lebih mudah merasa iba saat teman menderita daripada ikut bahagia ketika teman sukses. Mengapa? Karena penderitaan tidak mengancam ego kita—kita merasa lebih unggul atau setidaknya setara. Tapi saat teman berhasil, muncul rasa iri, kompetisi, atau perasaan kalah. Maka, bersimpati pada kesuksesan orang lain menuntut jiwa besar, kelapangan hati, dan kebesaran moral—itulah yang dimaksud Wilde sebagai sifat mulia.


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/kasih.tulus.921

KATA BIJAK # 254 -- SAYYID MUSA SADR

Sayyid Musa Sadr

"Sejatinya iman kepada Allah tidak terpisah dari perjuangan di jalan khidmat kepada manusia dan meringankan penderitaan mereka."

-- Sayyid Musa Sadr [ al-Kalimat al-Qishar, hal. 43 ] --

KATA BIJAK # 181 -- IMAM MUHAMMAD AL-BAQIR


 "Seseorang yang bisa merasakan nikmatnya mengingat Allah swt, kalbunya tidak akan menderita lagi oleh kecintaan pada selain Dia. Para pencari Tuhan tidak terikat pada dunia dan tidak juga menyukainya. Maka berusahalah untuk menjaga agama dan hikmah yang dikaruniakan Allah SWT."

-- Imam Muhammad Al-Baqir [ 676 - 733 Masehi ] --

KATA BIJAK # 173 -- ALI BIN ABI THALIB


 "Manusia yang kuat hatinya adalah yang mampu mendengar dan mau membantu penderitaan orang lain., sementara dirinya sendiri mengalami kesulitan / kesusahan."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi --

KATA BIJAK # 96 -- DR. ALI SYARI'ATI

Ali Syariati

 "Jika kau mampu merasakan derita, berarti kau hidup. Jika kau bisa merasakan derita orang lain, berarti kau manusia."

-- DR. Ali Syari'ati [ Sosiolog dari Iran, 1933 - 1977 ] --

-------------------------

Komentar :

Aku pernah duduk diam di kamar, merasakan sedih tanpa tahu pasti dari mana asalnya. Bukan karena kehilangan, bukan karena takut. Hanya semacam rasa pilu yang melayang-layang di dada. Dan saat itu aku sadar—aku masih hidup. Sebab hanya orang hidup yang bisa merasa nyeri tanpa luka, lapar tanpa kekurangan, sunyi tanpa sepi. Hidup memang tidak selalu keras, tapi ia selalu nyata di tempat yang tak bisa kita lihat.
Tapi menjadi manusia membutuhkan lebih dari sekadar merasa untuk diri sendiri. Aku tahu aku benar-benar menjadi manusia ketika aku melihat orang lain jatuh dan sesuatu di dalam diriku ikut remuk. Saat mendengar suara orang tertahan di ujung telepon, dan aku kehilangan kata-kata tapi ingin tetap tinggal di sana. Rasa itu—yang tak menuntut balasan—itulah yang membuat kita saling terhubung, meski tak saling mengenal.
Banyak orang hidup, tapi tidak semua menjadi manusia sepenuhnya. Mereka berjalan, bekerja, tertawa, tapi hatinya tertutup rapat dari rasa sakit yang bukan miliknya. Padahal dunia ini tidak kekurangan penderitaan—yang kurang hanyalah mereka yang cukup berani untuk merasakannya bersama orang lain. Karena hanya dengan itu, kita bisa menumbuhkan harapan di tempat yang paling gelap.

Sumber :

https://web.facebook.com/kasih.tulus.921

-------------------------

Jika seseorang masih bisa merasakan derita, itu pertanda ia masih hidup. Rasa sakit, luka, dan kegelisahan adalah bukti bahwa nurani belum mati, bahwa tubuh dan jiwa masih bekerja merespons dunia. Derita bukan hanya beban, melainkan penanda keberadaan, bahwa hidup tidak berjalan hampa dan mekanis.

Namun hidup saja tidak cukup. Ketika seseorang mampu merasakan derita orang lain, di situlah kemanusiaan menemukan bentuknya. Empati membuat batas antara aku dan kamu menjadi rapuh. Penderitaan tak lagi dianggap urusan pribadi, melainkan panggilan bersama untuk saling memahami dan menjaga.

Tanpa kemampuan merasakan luka sesama, manusia hanya bergerak sebagai individu yang bernapas. Kemanusiaan lahir saat rasa sakit orang lain tidak lagi terasa jauh, melainkan mengetuk hati dan menuntut tanggung jawab.

Sumber :

https://web.facebook.com/share/p/1Cjz8iqgZS/

**********

Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka

KATA BIJAK # 83 -- JENDERAL SOEDIRMAN

 Jenderal Soedirman

"Banyak orang menyebut penderitaan mereka sebagai nasib, namun sesungguhnya penderitaan  adalah akibat kebodohan mereka sendiri."

-- Jenderal Soedirman [ Tokoh Militer, Pahlawan Nasional Indonesia, Jenderal pada Masa Revolusi Nasional Indonesia, 1916 - 1950 ] --

KATA BIJAK # 5 -- AGUS SALIM

Agus Salim

"Jalan pemimpin bukanlah jalan yang mudah. Memimpin adalah menderita."

-- H. Agus Salim [ Diplomat dan Pahlawan Nasional, 1884 - 1954 ] --