KATA BIJAK # 1016 - NOAM CHOMSKY
"Ketika orang takut, mereka lebih mudah dikendalikan. Itulah mengapa kekuasaan selalu menciptakan musuh."
[ Noam Chomsky ]
-------------------------
Komentar :
Itulah mengapa kekuasaan selalu
mencipta musuh,” mengungkap mekanisme halus dalam praktik kekuasaan. Ketakutan
melemahkan nalar kritis; dalam kondisi terancam, manusia cenderung mencari
perlindungan, bahkan jika itu berarti menyerahkan kebebasan berpikir dan
bertindak.
Penciptaan musuh—baik nyata maupun
imajiner—menjadi alat efektif untuk memelihara rasa takut tersebut. Musuh
memberi wajah pada kecemasan kolektif, sekaligus membenarkan kebijakan
represif, pengawasan berlebihan, atau ketidakadilan atas nama keamanan. Dalam
suasana seperti ini, pertanyaan kritis mudah dicap sebagai ancaman, dan
ketaatan dianggap sebagai kebajikan.
Chomsky mengingatkan pentingnya
kewaspadaan intelektual. Ketika ketakutan diproduksi secara sistematis, tugas
warga adalah mempertanyakan narasi yang dibangun kekuasaan. Hanya dengan
kesadaran dan keberanian berpikir kritis, masyarakat dapat membedakan antara
ancaman nyata dan ketakutan yang sengaja diciptakan untuk mengendalikan.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1CmvfxJ9y2/
KATA BIJAK # 1015 - NOAM CHOMSKY
"Tugas intelektual adalah berbicara kebenaran dan membongkar kebohongan."
[ Noam Chomsky ]
-------------------------
Komentar :
Berbicara kebenaran bukan tugas yang
ringan, apalagi ketika kebenaran itu tidak nyaman bagi banyak pihak.
Intelektual sering berada di posisi yang rawan, di antara kekuasaan,
kepentingan, dan tekanan sosial. Namun justru di situlah tanggung jawabnya diuji,
apakah ia memilih aman atau memilih jujur.
Membongkar kebohongan tidak selalu
berarti berteriak paling keras. Kadang ia hadir lewat tulisan yang tenang,
pertanyaan yang tepat, atau penolakan untuk ikut menyebarkan narasi palsu.
Intelektual sejati tahu bahwa kebohongan yang dibiarkan, lama-lama akan
dianggap wajar dan akhirnya dipercaya sebagai kebenaran.
Ketika kebenaran disuarakan dengan
kesadaran dan keberanian, ia mungkin tidak langsung mengubah keadaan. Tapi ia
menjaga nurani tetap hidup. Tugas intelektual bukan memenangkan popularitas,
melainkan menjaga akal sehat publik agar tidak sepenuhnya dikalahkan oleh tipu
daya dan kepentingan sempit.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1X9ZXgVujn/
KATA BIJAK # 883 - AHMAD SYAFII MAARIF
"Di zaman digital, menjaga nalar adalah jihad intelektual."
[ Ahmad Syafii Maarif ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id





