Showing posts with label INTELEKTUAL. Show all posts
Showing posts with label INTELEKTUAL. Show all posts

KATA BIJAK # 1032 - NOAM CHOMSKY

KATA BIJAK # 1032 - NOAM CHOMSKY

"Peran intelektual adalah menyampaikan kebenaran dan membongkar kebohongan, bukan hanya menjadi pemandu sorak bagi penguasa yang dikuasai."

[ Noam Chomsky | Filsuf, Linguistikawan, dan Aktivis Sosial ]

KATA BIJAK # 1016 - NOAM CHOMSKY

KATA BIJAK # 1016 - NOAM CHOMSKY

"Ketika orang takut, mereka lebih mudah dikendalikan. Itulah mengapa kekuasaan selalu menciptakan musuh."

[ Noam Chomsky ]

-------------------------

Komentar :

Itulah mengapa kekuasaan selalu mencipta musuh,” mengungkap mekanisme halus dalam praktik kekuasaan. Ketakutan melemahkan nalar kritis; dalam kondisi terancam, manusia cenderung mencari perlindungan, bahkan jika itu berarti menyerahkan kebebasan berpikir dan bertindak.

Penciptaan musuh—baik nyata maupun imajiner—menjadi alat efektif untuk memelihara rasa takut tersebut. Musuh memberi wajah pada kecemasan kolektif, sekaligus membenarkan kebijakan represif, pengawasan berlebihan, atau ketidakadilan atas nama keamanan. Dalam suasana seperti ini, pertanyaan kritis mudah dicap sebagai ancaman, dan ketaatan dianggap sebagai kebajikan.

Chomsky mengingatkan pentingnya kewaspadaan intelektual. Ketika ketakutan diproduksi secara sistematis, tugas warga adalah mempertanyakan narasi yang dibangun kekuasaan. Hanya dengan kesadaran dan keberanian berpikir kritis, masyarakat dapat membedakan antara ancaman nyata dan ketakutan yang sengaja diciptakan untuk mengendalikan.

*****

Sumber :

https://web.facebook.com/share/p/1CmvfxJ9y2/

KATA BIJAK # 1015 - NOAM CHOMSKY

KATA BIJAK # 1015 - NOAM CHOMSKY

"Tugas intelektual adalah berbicara kebenaran dan membongkar kebohongan."

[ Noam Chomsky ]

-------------------------

Komentar :

Berbicara kebenaran bukan tugas yang ringan, apalagi ketika kebenaran itu tidak nyaman bagi banyak pihak. Intelektual sering berada di posisi yang rawan, di antara kekuasaan, kepentingan, dan tekanan sosial. Namun justru di situlah tanggung jawabnya diuji, apakah ia memilih aman atau memilih jujur.

Membongkar kebohongan tidak selalu berarti berteriak paling keras. Kadang ia hadir lewat tulisan yang tenang, pertanyaan yang tepat, atau penolakan untuk ikut menyebarkan narasi palsu. Intelektual sejati tahu bahwa kebohongan yang dibiarkan, lama-lama akan dianggap wajar dan akhirnya dipercaya sebagai kebenaran.

Ketika kebenaran disuarakan dengan kesadaran dan keberanian, ia mungkin tidak langsung mengubah keadaan. Tapi ia menjaga nurani tetap hidup. Tugas intelektual bukan memenangkan popularitas, melainkan menjaga akal sehat publik agar tidak sepenuhnya dikalahkan oleh tipu daya dan kepentingan sempit.

*****

Sumber : 

https://web.facebook.com/share/p/1X9ZXgVujn/

KATA BIJAK # 883 - AHMAD SYAFII MAARIF

KATA BIJAK # 883 - AHMAD SYAFII MAARIF

"Di zaman digital, menjaga nalar adalah jihad intelektual."

[ Ahmad Syafii Maarif ]

-------------------------

Komentar :

Kutipan Ahmad Syafii Maarif ini dalam bukunya berjudul "Mencari Autentisitas dalam Dinamika Zaman: Merawat Nilai-Nilai Esensial Ajaran, Meraih Makna-Makna Keadaban" mengingatkan kita bahwa di tengah derasnya arus informasi di zaman digital, menjaga nalar menjadi sebuah perjuangan intelektual.
"Di zaman digital, menjaga nalar adalah jihad intelektual."
Dalam dunia yang dipenuhi dengan berita, opini, dan informasi yang bisa datang dari mana saja, menjaga akal sehat dan berpikir jernih bukanlah hal yang mudah.
Menurut kamu, apa tantangan terbesar dalam menjaga nalar kita di era digital ini?
Apakah media sosial, berita hoaks, atau informasi yang tersebar luas tanpa verifikasi bisa memengaruhi cara kita berpikir?
Bagaimana kita bisa menghindari jebakan informasi yang menyesatkan dan tetap berpikir kritis di tengah kebisingan digital?
Apakah ada cara-cara khusus yang kalian lakukan untuk memastikan bahwa informasi yang kita terima tidak hanya benar, tetapi juga bijak?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id