Showing posts with label TERBUKA/KETERBUKAAN. Show all posts
Showing posts with label TERBUKA/KETERBUKAAN. Show all posts

KATA BIJAK # 871 - NELSON MANDELA

KATA BIJAK # 871 - NELSON MANDELA

"Pahlawan sejati adalah mereka yang menggunakan kekuasaan untuk melindungi, bukan menindas."

[ Nelson Mandela ]

-------------------------

KOMENTAR :

Kutipan Nelson Mandela ini mengajak kita untuk merefleksikan arti sebenarnya dari menjadi seorang pahlawan. Kekuasaan bisa menjadi pedang bermata dua. 

Dalam tangan yang salah, kekuasaan bisa menindas, memanipulasi, dan merusak. 

Namun, dalam tangan yang benar, kekuasaan bisa menjadi sarana untuk melindungi, memajukan keadilan, dan memperjuangkan hak-hak orang yang terpinggirkan. 

Nelson Mandela, dengan pengalamannya sebagai pemimpin dalam perjuangan melawan apartheid, menyadari bahwa kekuasaan yang sesungguhnya adalah kekuasaan yang digunakan untuk melayani orang lain dan menjaga martabat semua manusia. 

Apakah saat ini kita masih melihat contoh pemimpin yang menggunakan kekuasaan untuk melindungi orang lain? 

Atau apakah kekuasaan sering kali disalahgunakan untuk menindas? 

Pernahkah kamu menyaksikan seseorang yang, meskipun memiliki kekuasaan, tetap memilih untuk melindungi dan membela yang lemah? 

Apa dampak dari tindakan mereka terhadap orang-orang di sekitar mereka?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 830 - JEAN PAUL SARTRE

"Saya curiga terhadap hal-hal yang tidak disampaikan secara terbuka, karena di sanalah sumber segala kekacauan berasal."

[ Jean Paul Sartre ]

-------------------------

KOMENTAR :

Kutipan Jean-Paul Sartre ini membuka diskusi tentang komunikasi dan transparansi dalam kehidupan kita.

Banyak hal yang tak pernah diungkapkan, entah itu dalam hubungan pribadi, pekerjaan, atau bahkan dalam politik dan sosial.

Namun, Jean-Paul Sartre mengingatkan kita bahwa ketidakterbukaan ini bisa menjadi sumber masalah yang lebih besar.


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 503 -- MALCOLM S. FORBES

 Malcolm S. Forbes

"Tujuan pendidikan adalah mengganti pikiran yang kosong dengan pikiran yang terbuka."

-- Malcolm S. Forbes [ Pendiri Penerbit Majalah Forbes ] --

-------------------------

Komentar 1 :

Kutipan Malcolm Forbes ini mengingatkan kita bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal mengisi kepala dengan pengetahuan, tetapi lebih pada membuka wawasan, memicu rasa ingin tahu, dan membebaskan kita dari pikiran sempit. 

Seiring dengan itu, pendidikan harus mampu membentuk kemampuan untuk melihat berbagai sudut pandang, berpikir kritis, dan menerima keberagaman ide. 

Tapi, apakah sistem pendidikan kita sudah cukup berhasil mencapainya? 

Apakah kita sudah cukup diberi ruang untuk berpikir terbuka, atau justru terjebak dalam rutinitas dan dogma? 

Menurutmu, apa yang dimaksud dengan "pikiran terbuka" dalam konteks pendidikan? 

Pernahkah kamu merasa bahwa pendidikan membantumu melihat dunia dengan cara yang lebih luas? 

Bagaimana kita bisa mendorong pendidikan yang lebih mengedepankan pemikiran terbuka, bukan sekadar menghafal fakta?


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

-------------------------

Komentar 2 :

Kutipan ini menyoroti esensi sejati dari pendidikan: bukan sekadar mengisi otak dengan informasi, tetapi membentuk cara berpikir yang terbuka, kritis, dan reflektif. 

Pikiran yang kosong bukan berarti bodoh, hanya belum disentuh oleh pertanyaan dan kemungkinan. Sedangkan pikiran yang terbuka tidak merasa telah tahu segalanya, melainkan siap belajar, mempertimbangkan sudut pandang baru, dan tidak takut merevisi keyakinan ketika menemukan kebenaran yang lebih dalam. 

Malcolm Forbes mengingatkan kita bahwa pendidikan sejati bukan tentang menghafal jawaban, tapi membuka ruang untuk bertanya. Bukan mencetak keseragaman, tapi menumbuhkan keberanian berpikir berbeda. Sebab dunia tidak berkembang dari kepastian yang stagnan, melainkan dari pemikiran yang terus bertumbuh.


Diambil dari :

https://web.facebook.com/kasih.tulus.921

-------------------------


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka