Showing posts with label TOKOH ISLAM. Show all posts
Showing posts with label TOKOH ISLAM. Show all posts

KATA BIJAK # 1034 - K. H. ABDURRAHMAN WAHID / GUS DUR

"Negeri ini tidak akan hancur karena bencana. Tapi karena moral bejat dan perilaku korupsi."

[ K. H. Abdurrahman Wahid / Gus Dur ]

----------

KATA BIJAK # 1034 - K. H. ABDURRAHMAN WAHID / GUS DUR

PENJELASAN GEMINI :

Kutipan mendalam dari K. H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menyoroti perbandingan antara dua jenis kehancuran bagi suatu bangsa: kehancuran fisik yang disebabkan oleh alam, dan kehancuran fondasi sosial-politik yang disebabkan oleh faktor internal manusia.

Berikut adalah pemaknaan dari pernyataan tersebut:

1. Bencana Alam adalah Ujian Fisik

  • Sifat Temporal: Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau tsunami, meskipun mendatangkan kerusakan besar dan kesedihan, umumnya bersifat fisik dan temporal.

  • Kemampuan Pemulihan: Sejarah membuktikan bahwa bangsa-bangsa mampu bangkit kembali, membangun ulang infrastruktur yang rusak, dan memulihkan kehidupan masyarakat melalui solidaritas, bantuan, dan kerja keras. Bencana fisik tidak secara otomatis mematikan jiwa atau eksistensi suatu bangsa secara fundamental.

2. Moral Bejat dan Korupsi adalah Kanker Internal

  • Penghancur Fondasi Utama: Moral yang bejat dan perilaku korupsi bekerja seperti kanker yang menggerogoti fondasi paling fundamental dari suatu negara: kepercayaan publik, keadilan sosial, dan supremasi hukum.

  • Kerusakan yang Tidak Terlihat: Tidak seperti bangunan yang runtuh terkena gempa, kehancuran akibat moral dan korupsi sering kali tidak terlihat secara fisik namun jauh lebih mematikan. Ini menciptakan sistem yang tidak efisien, memperlebar jurang kemiskinan, menghambat pembangunan, dan mematikan harapan masyarakat akan masa depan yang lebih baik.

3. Panggilan untuk Memprioritaskan Integritas

  • Fokus pada Faktor Manusia: Pernyataan Gus Dur ini adalah sebuah peringatan keras sekaligus panggilan tindakan bagi seluruh elemen bangsa, terutama para pemimpin, untuk tidak hanya sibuk dengan pembangunan fisik, tetapi juga memprioritaskan pembangunan karakter dan moralitas.

  • Ujian Sejati sebuah Bangsa: Kekuatan sejati sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemegahan fisiknya, tetapi dari integritas moral rakyat dan pemimpinnya, serta kemampuannya untuk melawan perilaku koruptif yang dapat meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Secara keseluruhan, Gus Dur menegaskan bahwa musuh paling berbahaya yang dapat menghancurkan eksistensi suatu bangsa bukanlah kekuatan alam, melainkan kelemahan karakter dan moral dari dalam tubuh bangsa itu sendiri.

----------

KATA BIJAK # 1034 - K. H. ABDURRAHMAN WAHID / GUS DUR

PENJELASAN CHATGPT :

Kutipan Gus Dur tersebut dapat dipahami sebagai peringatan bahwa kehancuran sebuah negara tidak hanya datang dari ancaman yang terlihat seperti bencana alam atau konflik, tetapi juga dari kerusakan moral yang terjadi dari dalam.

Kutipan ini memang banyak dikaitkan dengan Gus Dur dan dicantumkan dalam berbagai sumber yang membahas pemikiran antikorupsi beliau. Jaringan Gusdurian, misalnya, memasukkannya dalam bagian tentang tata kelola pemerintahan bersih dan korupsi.

1. “Negeri ini tidak akan hancur karena bencana”

Gus Dur bukan berarti mengatakan bahwa bencana tidak berbahaya. Bencana tentu dapat menyebabkan korban jiwa dan kerugian besar.

Yang ingin ditekankan adalah bahwa bencana pada dasarnya merupakan ujian yang dapat dihadapi bersama. Masyarakat dapat saling membantu, negara dapat melakukan penanggulangan, dan kehidupan dapat dibangun kembali.

Dengan kata lain, bencana merusak bangunan dan kehidupan secara fisik, tetapi belum tentu menghancurkan karakter dan fondasi moral bangsa.

2. “Tapi karena moral bejat”

Di sini kritik Gus Dur menjadi lebih mendalam.

Moral bejat dapat dipahami sebagai keadaan ketika nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan kepedulian mulai ditinggalkan.

Misalnya, ketika seseorang berpikir:

“Yang penting saya untung, tidak peduli orang lain dirugikan.”

Jika pola pikir seperti itu semakin dianggap normal, kerusakannya tidak lagi hanya terjadi pada individu. Ia bisa merusak kepercayaan, institusi, hukum, dan hubungan sosial.

3. “Dan perilaku korupsi”

Korupsi menjadi contoh nyata dari kerusakan moral tersebut.

Korupsi bukan hanya persoalan mengambil uang negara. Ia juga berarti menyalahgunakan amanah atau kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, sehingga hak dan kepentingan masyarakat dapat dikorbankan.

KPK, melalui tulisan Alissa Wahid, juga mengaitkan pendidikan nilai antikorupsi dengan upaya membangun masyarakat yang semakin tidak menerima perilaku koruptif.

Karena itu, ketika korupsi menjadi kebiasaan dan masyarakat mulai permisif terhadapnya, dampaknya dapat merembet ke berbagai bidang: pelayanan publik, keadilan, pembangunan, ekonomi, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.

Inti pemikiran Gus Dur

Kalau disederhanakan, pesan Gus Dur kira-kira adalah:

Bangsa yang mengalami bencana masih dapat bangkit kembali. Tetapi bangsa yang kehilangan kejujuran, tanggung jawab, dan rasa malu terhadap korupsi dapat menghancurkan dirinya sendiri dari dalam.

Ada satu hal menarik dari pemikiran ini. Gus Dur tidak hanya berbicara tentang koruptor. Pesannya juga menyentuh masyarakat secara luas. Sebab korupsi akan lebih sulit berkembang jika kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan keadilan menjadi nilai yang benar-benar hidup dalam masyarakat.

Itulah sebabnya dalam rekomendasi Jaringan Gusdurian, kutipan tersebut ditempatkan bersama gagasan tentang pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta pembangunan budaya antikorupsi di birokrasi dan masyarakat.

Jadi, inti pesan Gus Dur bukan bahwa bencana tidak berbahaya, melainkan bahwa kerusakan moral dan korupsi dapat menjadi ancaman yang lebih mendasar karena keduanya menggerogoti bangsa dari dalam.

KATA BIJAK # 1028 - AYATULLAH ALI KHAMENEI

KATA BIJAK # 1028 - AYATULLAH ALI KHAMENEI

"Wanita Muslim harus menjadikan Sayyidah Fatimah Az-Zahra sebagai panutan dalam semua urusan kehidupan pribadi dan sosial, dan menjadi pengikut sejati beliau."

[ Ayatullah Ali Khamenei ]

KATA BIJAK # 1026 - AYATULLAH ALI KHAMENEI

KATA BIJAK # 1026 - AYATULLAH ALI KHAMENEI

"Kebatilan akan lenyap; kebatilan tidak akan bertahan, tanpa diragukan lagi ia pasti musnah. Namun, harus ada tindakan. Jika kalian berdiri melawannya dan berjuang, kebatilan tidak akan bertahan. Ia tidak punya daya untuk melawan. Jika kalian berani menghadapi, jika kamu tetap teguh, pasti kebatilan akan musnah."

-- Ayatullah Ali Khamenei --

KATA BIJAK # 1025 - ALI LARIJANI

"Persatuan umat Islam, dengan seluruh kekuatannya, dapat menjamin keamanan, kemajuan, dan kemerdekaan negara-negara bagi semua pihak."

-- Ali Larijani --

KATA BIJAK # 1024 - AYATULLAH ALI KHAMENEI

KATA BIJAK # 1024 - AYATULLAH ALI KHAMENEI

"Kemerdekaan sejati lahir dari keberanian hati dan yakin pada kebenaran. Hati yang dipenuhi cahaya keimanan takkan gentar menghadapi badai zaman."

-- Ayatullah Ali Khamenei --

KATA BIJAK # 1023 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 1023 - IMAM KHOMEINI

"Anda tidak bisa menakuti kami dengan kelaparan, karena kami dari Ramadhan. Anda tak bisa menakui kami dengan kematian, karena kami dari Muharram."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 1021 - IMAM KHOMEINI

"Sebuah bangsa yang perempuan dan laki-lakinya siap untuk berkorban, dan mencari kesyahidan, maka tidak akan ada kekuatan apapun yang bisa mengalahkannya."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 1014 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 1014 - IMAM KHOMEINI

"Agama tidak diturunkan untuk membius rakyat, tetapi untuk membangunkan mereka dari ketertindasan dan kebodohan."

Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

-----------------------

Komentar :

Kutipan Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini bahwa “agama tidak diturunkan untuk membius rakyat” secara langsung merupakan bantahan dan jawaban dari kritik klasik Karl Marx yang menyebut agama sebagai “opium of the people” (candu bagi rakyat). Bagi Marx, agama kerap berfungsi sebagai pelarian semu: menenangkan penderitaan, tetapi sekaligus membuat manusia mau menerima ketidakadilan sosial sebagai sesuatu yang wajar dan tak terelakkan. Dalam konteks ini, agama dianggap mengalihkan perhatian rakyat dari akar penindasan yang bersifat ekonomi dan struktural.

Menurut Khomeini, agama hanya menjadi “candu” ketika diperalat oleh kekuasaan untuk membungkam kesadaran kritis rakyat. Agama yang direduksi menjadi ritual kosong, yang mengajarkan kepasrahan tanpa keadilan, memang berfungsi membius—seperti yang dikritik Karl Marx. Tetapi itu adalah agama yang diselewengkan, bukan hakikat agama itu sendiri. Dalam pandangan Khomeini, agama sejati berfungsi sebagai kekuatan pembebasan yang membangunkan manusia dari kebodohan, ketakutan, dan penindasan. Khomeini menekankan potensi agama sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela kaum tertindas.

Dengan demikian, perbedaan keduanya terletak pada kesimpulan, bukan sepenuhnya pada diagnosis. Marx dan Khomeini sama-sama mengkritik agama yang membius dan melanggengkan ketidakadilan. Dalam pandangan Khomeini, agama sejati justru berlawanan dengan candu. Agama berfungsi sebagai kekuatan pembebasan yang membangunkan manusia dari kebodohan, ketakutan, dan penindasan. Jika Marx menyoroti bagaimana agama bisa menjadi bius dan alat ideologis bagi kelas penindas, Khomeini menekankan potensi agama sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela kaum tertindas dan menuntut keadilan

*****

Sumber :

https://web.facebook.com/share/p/14Su9aL1fYs/

KATA BIJAK # 999 - ALI BIN ABI THALIB

KATA BIJAK # 999 - ALI BIN ABI THALIB

"Siapapun yang melupakan Allah, Allah akan membuat dia melupakan dirinya sendiri dan membutakan hatinya."

[ Ali bin Abi Thalib ]

KATA BIJAK # 990 - SAYYID ALI KHAMENEI

KATA BIJAK # 990 - SAYYID ALI KHAMENEI

"Tidak ada manfaat yang lebih besar bagi dunia islam selain persatuan."

[ Sayyid Ali Khamenei ]

KATA BIJAK # 985 - JALALUDDIN RUMI

KATA BIJAK # 985 - JALALUDDIN RUMI

"Banyak yang tersesat bukan karena tidak tahu, tetapi karena enggan menerima yang benar."

[ Jalaluddin Rumi ]

KATA BIJAK # 980 - IMAM JA'FAR ASH-SHADIQ

KATA BIJAK # 980 - IMAM JA'FAR ASH-SHADIQ

"Sesungguhnya orang yang paling menyesal pada Hari Kiamat adalah orang yang menggambarkan keadilan dengan kata-katanya, kemudian ia menentangnya dengan tindakan yang berlawanan dengan keadilan."

[ Imam Ja'far Ash-Shadiq ]

KATA BIJAK # 970 - SAYYID ALI KHAMENEI

KATA BIJAK # 970 - SAYYID ALI KHAMENEI

"Komputer-komputer, jaringan internet dan dunia cyber ada di depan kalian. Jika mampu, pelajarilah.

Kalian akan dapat menyampaikan satu untaian kata yang benar kepada ribuan orang pendengar atau pembaca yang tidak pernah kalian kenal.

Ini merupakan peluang yang istimewa. Jangan sampai kesempatan ini dilewatkan begitu saja.

Jika kesempatan ini terbuang percuma, kelak Allah SWT akan mempertanyakannya kepada saya dan kalian di hari kiamat."

[ Sayyid Ali Khamenei ]

KATA BIJAK # 960 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 960 - IMAM KHOMEINI

"Semua yang berjuang melawan hawa nafsu adalah pahlawan, karena mereka tidak akan mendatangkan kerugian atas negeri mereka."

[ Imam Khomeini ]

KATA BIJAK # 940 - SAYYID ALI KHAMENEI

KATA BIJAK # 940 - SAYYID ALI KHAMENEI

"Musuh bukan hanya ada di luar. Kita memiliki dua musuh. Musuh utama kita ada di dalam diri kita sendiri. Dan ini mungkin lebih berbahaya daripada musuh yang ada di luar. Hawa nafsu, ketamakan kepada dunia, individualisme, ketakutan kepada musuh yang di luar, putus asa terhadap janji Allah; semua ini adalah musuh internal yang ada dalam diri kita."

[ Sayyid Ali Khamenei ]

KATA BIJAK # 930 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 930 - IMAM KHOMEINI

"Cara terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur atas rahmat (dari Allah) adalah dengan sedikit bicara tapi lebih banyak berbuat."

[ Imam Khomeini ]

KATA BIJAK # 920 - ALI BIN ABI THALIB

KATA BIJAK # 920 - ALI BIN ABI THALIB

"Jangan mengkritik orang bodoh, karena dia akan membencimu. Tapi kritiklah orang berakal, karena dia akan mencintaimu."

[ Ali bin Abi Thalib ]

KATA BIJAK # 910 - ALI BIN ABI THALIB

KATA BIJAK # 910 - ALI BIN ABI THALIB

"Janganlah kamu terlalu percaya diri pada kesuksesanmu, karena sukses hanya akan bertahan sementara. Jadilah rendah hati dan tetaplah berusaha untuk terus meningkatkan diri."

[ Ali bin Abi Thalib ]