"Wanita Muslim harus menjadikan Sayyidah Fatimah Az-Zahra sebagai panutan dalam semua urusan kehidupan pribadi dan sosial, dan menjadi pengikut sejati beliau."
KATA BIJAK # 1026 - AYATULLAH ALI KHAMENEI
"Kebatilan akan lenyap; kebatilan tidak akan bertahan, tanpa diragukan lagi ia pasti musnah. Namun, harus ada tindakan. Jika kalian berdiri melawannya dan berjuang, kebatilan tidak akan bertahan. Ia tidak punya daya untuk melawan. Jika kalian berani menghadapi, jika kamu tetap teguh, pasti kebatilan akan musnah."
KATA BIJAK # 1025 - ALI LARIJANI
"Persatuan umat Islam, dengan seluruh kekuatannya, dapat menjamin keamanan, kemajuan, dan kemerdekaan negara-negara bagi semua pihak."
-- Ali Larijani --
KATA BIJAK # 1024 - AYATULLAH ALI KHAMENEI
"Kemerdekaan sejati lahir dari keberanian hati dan yakin pada kebenaran. Hati yang dipenuhi cahaya keimanan takkan gentar menghadapi badai zaman."
-- Ayatullah Ali Khamenei --
KATA BIJAK # 1023 - IMAM KHOMEINI
"Anda tidak bisa menakuti kami dengan kelaparan, karena kami dari Ramadhan. Anda tak bisa menakui kami dengan kematian, karena kami dari Muharram."
-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --
KATA BIJAK # 1021 - IMAM KHOMEINI
"Sebuah bangsa yang perempuan dan laki-lakinya siap untuk berkorban, dan mencari kesyahidan, maka tidak akan ada kekuatan apapun yang bisa mengalahkannya."
-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --
KATA BIJAK # 1014 - IMAM KHOMEINI
"Agama tidak diturunkan untuk membius rakyat, tetapi untuk membangunkan mereka dari ketertindasan dan kebodohan."
Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --
-----------------------
Komentar :
Kutipan Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini
bahwa “agama tidak diturunkan untuk membius rakyat” secara langsung merupakan
bantahan dan jawaban dari kritik klasik Karl Marx yang menyebut agama sebagai
“opium of the people” (candu bagi rakyat). Bagi Marx, agama kerap berfungsi
sebagai pelarian semu: menenangkan penderitaan, tetapi sekaligus membuat
manusia mau menerima ketidakadilan sosial sebagai sesuatu yang wajar dan tak
terelakkan. Dalam konteks ini, agama dianggap mengalihkan perhatian rakyat dari
akar penindasan yang bersifat ekonomi dan struktural.
Menurut Khomeini, agama hanya menjadi
“candu” ketika diperalat oleh kekuasaan untuk membungkam kesadaran kritis
rakyat. Agama yang direduksi menjadi ritual kosong, yang mengajarkan kepasrahan
tanpa keadilan, memang berfungsi membius—seperti yang dikritik Karl Marx.
Tetapi itu adalah agama yang diselewengkan, bukan hakikat agama itu sendiri.
Dalam pandangan Khomeini, agama sejati berfungsi sebagai kekuatan pembebasan
yang membangunkan manusia dari kebodohan, ketakutan, dan penindasan. Khomeini
menekankan potensi agama sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela
kaum tertindas.
Dengan demikian, perbedaan keduanya
terletak pada kesimpulan, bukan sepenuhnya pada diagnosis. Marx dan Khomeini
sama-sama mengkritik agama yang membius dan melanggengkan ketidakadilan. Dalam
pandangan Khomeini, agama sejati justru berlawanan dengan candu. Agama
berfungsi sebagai kekuatan pembebasan yang membangunkan manusia dari kebodohan,
ketakutan, dan penindasan. Jika Marx menyoroti bagaimana agama bisa menjadi
bius dan alat ideologis bagi kelas penindas, Khomeini menekankan potensi agama
sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela kaum tertindas dan menuntut
keadilan
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/14Su9aL1fYs/
KATA BIJAK # 999 - ALI BIN ABI THALIB
"Siapapun yang melupakan Allah, Allah akan membuat dia melupakan dirinya sendiri dan membutakan hatinya."
[ Ali bin Abi Thalib ]
KATA BIJAK # 985 - JALALUDDIN RUMI
"Banyak yang tersesat bukan karena tidak tahu, tetapi karena enggan menerima yang benar."
[ Jalaluddin Rumi ]
KATA BIJAK # 980 - IMAM JA'FAR ASH-SHADIQ
"Sesungguhnya orang yang paling menyesal pada Hari Kiamat adalah orang yang menggambarkan keadilan dengan kata-katanya, kemudian ia menentangnya dengan tindakan yang berlawanan dengan keadilan."
[ Imam Ja'far Ash-Shadiq ]
KATA BIJAK # 970 - SAYYID ALI KHAMENEI
"Komputer-komputer, jaringan internet dan dunia cyber ada di depan kalian. Jika mampu, pelajarilah.
Kalian akan dapat menyampaikan satu untaian kata yang benar kepada ribuan orang pendengar atau pembaca yang tidak pernah kalian kenal.
Ini merupakan peluang yang istimewa. Jangan sampai kesempatan ini dilewatkan begitu saja.
Jika kesempatan ini terbuang percuma, kelak Allah SWT akan mempertanyakannya kepada saya dan kalian di hari kiamat."
[ Sayyid Ali Khamenei ]
KATA BIJAK # 960 - IMAM KHOMEINI
"Semua yang berjuang melawan hawa nafsu adalah pahlawan, karena mereka tidak akan mendatangkan kerugian atas negeri mereka."
[ Imam Khomeini ]
KATA BIJAK # 950 - SAYYID ALI KHAMENEI
"Kita harus terus menerus mendidik diri kita untuk memerangi ketidaktahuan dan prasangka."
[ Sayyid Ali Khamenei ]
KATA BIJAK # 940 - SAYYID ALI KHAMENEI
[ Sayyid Ali Khamenei ]
KATA BIJAK # 930 - IMAM KHOMEINI
"Cara terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur atas rahmat (dari Allah) adalah dengan sedikit bicara tapi lebih banyak berbuat."
[ Imam Khomeini ]
KATA BIJAK # 920 - ALI BIN ABI THALIB
"Jangan mengkritik orang bodoh, karena dia akan membencimu. Tapi kritiklah orang berakal, karena dia akan mencintaimu."
[ Ali bin Abi Thalib ]
KATA BIJAK # 910 - ALI BIN ABI THALIB
"Janganlah kamu terlalu percaya diri pada kesuksesanmu, karena sukses hanya akan bertahan sementara. Jadilah rendah hati dan tetaplah berusaha untuk terus meningkatkan diri."
[ Ali bin Abi Thalib ]
KATA BIJAK # 900 - IMAM KHOMEINI
"Bencana besar adalah ketika banyak orang berilmu tapi tanpa disertai penyucian diri."
[ Imam Khomeini ]
KATA BIJAK # 885 - IMAM JA'FAR ASH-SHADIQ
"Ulama adalah kepercayaan para rasul. Bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka."
[ Imam Ja'far Ash-Shadiq ]


















