Showing posts with label PLATO. Show all posts
Showing posts with label PLATO. Show all posts

KATA BIJAK # 976 - PLATO

KATA BIJAK # 976 - PLATO

"Orang-orang yang cukup berani untuk mengatakan kebenaran akan selalu dibenci oleh mereka yang mendapatkan keuntungan dari kebohongan."

[ Plato ]

-------------------------

Komentar :

Kutipan Plato ini menyentuh inti dari konflik antara kebenaran dan kenyamanan.
Menurut Plato, orang yang berani mengatakan kebenaran sering kali dianggap ancaman oleh mereka yang merasa diuntungkan oleh kebohongan.
Ini membuka sebuah pertanyaan yang sangat relevan dalam banyak aspek kehidupan—baik dalam politik, media, atau hubungan pribadi.
Pernahkah kamu merasakan bahwa saat kamu mengatakan kebenaran, kamu justru dihindari atau bahkan dibenci oleh orang-orang yang selama ini diuntungkan oleh kebohongan atau ketidakjujuran?
Kebenaran memang kadang terasa pahit, dan banyak orang lebih memilih hidup dalam ilusi yang nyaman daripada menerima kenyataan yang sulit.
Misalnya, dalam hubungan sosial, terkadang mengungkapkan kebenaran bisa membuat kita dikucilkan atau dijauhi, meskipun sebenarnya itu untuk kebaikan bersama.
Namun, kebenaran juga bisa menjadi kekuatan yang membebaskan.
Dalam konteks ini, "apakah kamu lebih memilih untuk mengatakan kebenaran meskipun itu bisa membuatmu dibenci, atau lebih memilih untuk tetap diam demi menjaga kedamaian?"
Dan bagaimana seharusnya kita berhadapan dengan kebohongan yang sudah ada, apakah kita harus selalu membongkarnya, atau ada kalanya lebih baik diam demi kebaikan?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 895 - PLATO

KATA BIJAK # 895 - PLATO

"Tiran muncul dari demokrasi yang ekstrem."

[ Plato ]

-------------------------

KOMENTAR :

Kutipan dari Plato ini menyatakan bahwa tirani bisa muncul dari demokrasi yang ekstrem. 

Ini adalah pandangan yang cukup menarik, mengingat demokrasi biasanya dipandang sebagai bentuk pemerintahan yang paling adil dan memberi kebebasan. 

Namun, menurut Plato, dalam bentuk yang terlalu bebas, di mana setiap individu bebas mengambil keputusan tanpa batasan, justru bisa menciptakan kekacauan dan memunculkan pemimpin yang otoriter—yang akhirnya menjadikan negara sebagai tirani. 

Kutipan ini mengundang kita untuk berpikir lebih dalam. Apa yang dimaksud dengan "demokrasi ekstrem"? 

Apakah dalam demokrasi yang terlalu bebas, justru pengambilan keputusan yang tidak terkontrol bisa merugikan masyarakat? 

Bagaimana kita bisa menjaga keseimbangan antara kebebasan dan keteraturan dalam sebuah sistem demokrasi? 

Apa menurut kamu yang dimaksud dengan "demokrasi ekstrem"? 

Apakah kita sudah melihat tanda-tanda ini dalam sistem pemerintahan modern? 

Apakah kamu setuju bahwa demokrasi yang tidak terkendali bisa mengarah pada tirani? 

Atau, apakah ada cara agar kebebasan dalam demokrasi tetap terjaga tanpa menimbulkan kekacauan? 

Dalam konteks negara kita, apakah kamu merasa kebebasan politik dan suara rakyat terkadang berujung pada kekacauan atau ketidakteraturan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk berkuasa lebih absolut?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 890 - PLATO

KATA BIJAK # 890 - PLATO

"Kita dihukum bukan hanya karena tindakan kita, tapi juga karena diamnya kita terhadap ketidakadilan."

[ Plato ]

KATA BIJAK # 888 - PLATO

KATA BIJAK # 888 - PLATO

"Sifat manusia tidak akan berubah kecuali oleh pendidikan."

[ Plato ]

KATA BIJAK # 833 - PLATO

KATA BIJAK # 833 - PLATO

"Masyarakat yang sejahtera adalah hasil dari generasi muda yang cerdas dan beretika."

[ Plato ]

-------------------------

Komentar :

Kutipan Plato ini seolah mengingatkan kita bahwa masa depan suatu bangsa sangat bergantung pada "karakter" dan "kecerdasan" generasi mudanya. Bukan hanya soal nilai akademis, tapi juga soal nilai moral. 

Di tengah kemajuan teknologi dan akses informasi yang luar biasa luas, tantangan terbesar generasi muda justru terletak pada bagaimana mereka tetap bisa menjaga integritas, empati, dan nilai-nilai etika. 

Menurutmu, apa tantangan terbesar generasi muda saat ini dalam menjadi pribadi yang cerdas "dan" beretika? 

Pendidikan seperti apa yang kita butuhkan untuk membentuk generasi seperti itu? 

Apakah etika dan moral masih jadi prioritas dalam masyarakat kita sekarang?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 816 -- PLATO


"Jika Anda harus melanggar hukum, lakukanlah untuk merampas kekuasaan yang korup."

-- Plato [ Filsuf Yunani Kuno, 427 - 347 SM ] --

KATA BIJAK # 760 -- PLATO

Plato

"Ketidaktahuan / kebodohan adalah akar dari semua kejahatan."

-- Plato [ Filsuf Yunani Kuno, 427 - 347 SM ] --

-------------------------

Komentar :

Kutipan Plato ini cukup tajam.
Plato tidak menyebut keserakahan, kebencian, atau kekuasaan sebagai sumber utama kejahatan—melainkan "kebodohan".
Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan "kebodohan" di sini?
Kurangnya pengetahuan?
Kurangnya empati?
Atau ketidaksadaran akan dampak dari tindakan kita?
Apakah kamu setuju bahwa kebodohan adalah sumber utama dari kejahatan?
Apa bentuk “kebodohan” yang paling berbahaya menurutmu?
Bagaimana cara kita melawan kebodohan dalam masyarakat saat ini?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id