Showing posts with label AKAL. Show all posts
Showing posts with label AKAL. Show all posts

KATA BIJAK # 920 - ALI BIN ABI THALIB

KATA BIJAK # 920 - ALI BIN ABI THALIB

"Jangan mengkritik orang bodoh, karena dia akan membencimu. Tapi kritiklah orang berakal, karena dia akan mencintaimu."

[ Ali bin Abi Thalib ]

KATA BIJAK # 747 -- ALI BIN ABI THALIB

Ali bin Abi Thalib

 "Ketika akal meningkat, kata-kata menyingkat."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Nahjul Balaghah ] --

KATA BIJAK # 645 -- SAYYID ALI KHAMENEI

Sayyid Ali Khamenei

"Rasa malu yang logis adalah ketika seseorang merasa malu karena landasan nalar dan akal, seperti malu melakukan perbuatan dosa atau malu di hadapan orang yang wajib dihormati. Rasa malu seperti ini adalah ilmu, artinya tindakan yang benar dan logis. Sedangkan rasa malu yang bodoh adalah ketika orang merasa malu bertanya, malu belajar, malu beribadah dan semisalnya. (Seperti di beberapa lingkungan, orang merasa malu menunaikan shalat.) Rasa malu seperti ini adalah rasa malu yang bodoh."

-- Sayyid Ali Khamenei [ Pemimpin Tertinggi Iran ] --

KATA BIJAK # 484 -- IMAM ALI AR-RIDHA

Imam Ali ar Ridha a s berkata :

“Akal seorang muslim tidak akan sempurna kecuali jika ia memiliki 10 karakter berikut:
1. Kebaikannya selalu diharapkan orang
2. Orang lain merasa aman dari kejahatannya
3. Menganggap banyak kebaikan orang yang sedikit
4. Menganggap sedikit kebaikan yang telah diperbuatnya kepada orang lain
5. Tidak pernah menyesal jika orang lain selalu meminta bantuan darinya
6. Tidak merasa bosan mencari ilmu sepanjang umurnya
7. Kefakiran di jalan Allah lebih disukainya dari pada kekayaan
8. Hina di jalan Allah lebih disukainya dari pada mulia di dalam pelukan musuh-Nya
9. Ketidaktenaran lebih disukainya dari pada ketenaran”.

Kemudian Imam ar Ridha a.s bertanya: “Yang kesepuluh, apakah yang kesepuluh?”

“Apakah yang kesepuluh?”, tanya seorang sahabat.

“Ia tidak melihat seseorang kecuali berkata (dalam hatinya):, ‘Ia masih lebih baik dariku dan lebih bertakwa'”, jawabnya singkat. 

KATA BIJAK # 483 -- IMAM HASAN AL-ASKARI


"Hati adalah memori dari hawa nafsu, namun akal adalah pengendali dan melalui beragam pengalaman manusia mampu meraih pelajaran baru. Nasihat dan mengambil pelajaran adalah sumber hidayah.”

-- Imam Hasan Al-Askari [ 846 - 874 ] --

KATA BIJAK # 481 -- IMAM MUHAMMAD AL-JAWAD


 Imam Muhammad al Jawad a.s berkata :

“Hendaklah kamu menuntut ilmu. Menuntut ilmu itu wajib. Mengkajinya adalah sunnah. Ilmu adalah tali persaudaran antar sesama saudara. Adalah bukti atas keksatriaan. Adalah mutiara di majelis-majelis. Teman dalam bepergian dan hiburan dalam keterasingan.”

“Ilmu dua macam: dicatat dan didengar. Tidak bermanfaat ilmu yang didengar jika tidak dicatat. Siapa yang mengenal hikmah takkan sabar atas bertambahnya. Keindahan terletak pada lisan dan kesempurnaan terletak pada akal.”

“Sesungguhnya anak Adam mirip sekali dengan timbangan, berat dengan ilmu—dengan akal—atau ringan karena kebodohan.”

KATA BIJAK # 467 -- ALI BIN ABI THALIB


"Akal adalah tabir penutup dan keutamaan adalah keindahan yang tampak. Oleh karena itu, tutuplah kekurangan perangaimu dengan keutamaanmu dan perangi hawa nafsumu dengan akalmu, niscaya kamu akan dicintai (oleh orang lain)."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Al Kafi, jilid 1, hlm. 20 ] --

KATA BIJAK # 443 -- IMAM JAFAR ASH-SHADIQ


"Barangsiapa yang menjaga hatinya dari kelalaian dalam berdzikir, melindungi dirinya dari jerat syahwat, serta menjaga akalnya dari penyimpangan, dia akan dikelompokkan kedalam golongan mereka yang hidup hatinya. Kemudian bagi mereka yang menjaga diri dari memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi, yang memelihara keimanannya dari bid’ah-bid’ah yang merusak, serta memelihara hartanya dari sesuatu yang haram, maka dirinya akan dikelompokkan kedalam golongan orang-orang yang shaleh."

-- Imam Jafar Ash-Shadiq [ 702 - 765 ] --

KATA BIJAK # 425 -- ALI BIN ABI THALIB

"Berapa banyak akal yang menjadi tawanan pada hawa nafsu yang berkuasa."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Nahjul Balâghah, bab Al-Hikam, No. 211 ] --

KATA BIJAK # 403 -- ALI BIN ABI THALIB


 "Akal dan syahwat adalah dua hal yang saling berlawanan. Ilmu adalah pembantu akal dan nafsu adalah hiasan syahwat. Sedang jiwa merupakan rebutan keduanya. Jiwa akan berada di samping yang menang antara keduanya."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Ghurarul Hikam ] --

KATA BIJAK # 377 -- ALI BIN ABI THALIB


"Akal merupakan syariat dalam diri manusia, dan syariat adalah akal di luar manusia."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Majma'ul Bahrain, karya Al-Thuraihi, bagian "Akal" ] --

KATA BIJAK # 337 -- IMAM JAFAR ASH-SHADIQ


 “Hakekat seorang lelaki ada pada akal budinya, kehormatannya ada pada agamanya, dan kemuliannya ada pada ketakwaannya. Sedangkan hakekat seorang wanita itu ada pada akhlaknya, kehormatan dirinya ada pada sifat malunya dan kemuliaannya ada pada ketaatannya pada walinya. Namun semua manusia adalah sama sebagai Bani Adam."

-- Imam Jafar Ash-Shadiq [ 702 - 765 ] --

KATA BIJAK # 281 - IMAM HASAN


"Ketahuilah bahwa akal adalah benteng, menepati janji adalah kehormatan, ketergesa-gesaan adalah kebodohan, kebodohan itu adalah kelemahan, berteman dengan pemuja dunia adalah kehinaan, bergaul dengan orang-orang fasik adalah kebinasaan. Barang siapa yang meremehkan saudaranya, rusaklah harga dirinya. Tidak ada yang rusak kecuali orang-orang ragu."

-- Imam Hasan / Hasan bin Ali bin Abi Thalib [ Cucu Nabi Muhammad saww, 624 - 670 Masehi ] --

KATA BIJAK # 249 -- IMAM MUSA AL-KAZIM

Imam Musa Al-Kazim

'Tanda orang yang berakal itu ada tiga: Menjawab jika ada yang bertanya, berbicara jika kaumnya tidak bisa berbicara, serta memberikan suaranya untuk kepentingan kaumnya. Orang yang tidak memiliki sifat-sifat seperti ini adalah orang pandir."

-- Imam Musa Al-Kazim, 745 - 799 [ Al-Wâfî, juz 1, hal. 93 ] --

KATA BIJAK # 240 -- ALI BIN ABI THALIB


 "Kesantunan adalah penutup yang menutupi, sedangkan akal adalah pedang yang tajam. Maka, tutupilah kekurangan perangaimu dengan kesantunanmu, dan perangilah nafsumu dengan akalmu."

-- Ali bin Abi Thalib [ 599 - 661 Masehi ] --

KATA BIJAK # 236 -- IMAM MUSA AL-KAZIM


 "Sabar dalam kesendirian itu pertanda orang yang berakal. Manusia yang mengenal Allah dengan benar akan menjauhi ahli dunia dan para pecintanya dan Tuhan akan menyertainya ketika sendirian dan akan membantunya ketika dalam keadaan fakir serta membuatnya mulia walaupun tanpa bantuan keluarganya sendiri."

-- Imam Musa Al-Kazim, 745 - 799 [ Al-Wâfî, juz 1, hal. 82 ] --

KATA BIJAK # 230 -- IMAM HUSEIN

"Lima perkara yang bila tidak dimiliki oleh seseorang, maka ia tidak memiliki apa-apa: akal, agama, adab, rasa malu, dan akhlak yang mulia."

-- Imam Husein / Husein bin Ali bin Abi Thalib [ Cucu Nabi Muhammad saww, 626 - 680 ] --

KATA BIJAK # 201 -- ALI BIN ABI THALIB


 "Barang siapa belum mendidik jiwanya, maka dia tidak memanfaatkan akalnya."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi --

KATA BIJAK # 162 - AL GHAZALI

KATA BIJAK # 162 -- AL GHAZALI

"Orang yang tidak menggunakan akalnya, bagaikan binatang yang hanya mengikuti hawa nafsunya."

-- Abu Hamid Al-Ghazali [ Filsuf dan Teolog dari Persia, 1058 - 1111 ] -- 

-------------------------

KOMENTAR :

Manusia dikaruniai akal sebagai pembeda utama dari makhluk lainnya. Dengan akal, kita mampu menimbang baik dan buruk, mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan, dan mengendalikan dorongan-dorongan sesaat yang muncul dari hawa nafsu. Ketika seseorang mengabaikan potensi akalnya dan hidup hanya berdasarkan naluri serta keinginan sesaat, ia kehilangan arah sebagai manusia yang utuh.

Mengikuti nafsu tanpa kendali menjadikan hidup tidak lebih dari reaksi-reaksi spontan yang cenderung merusak. Nafsu tidak mengenal batas, sementara akal hadir untuk menuntun kita membuat keputusan yang bijak, beretika, dan penuh tanggung jawab. Inilah sebabnya mengapa pendidikan akal, melalui ilmu, pengalaman, dan refleksi, menjadi begitu penting dalam membentuk pribadi yang dewasa.

Dengan menggunakan akal, kita tidak hanya menjadi lebih bijak secara individu, tetapi juga menciptakan kehidupan sosial yang lebih adil dan beradab. Karena akal adalah cahaya yang membimbing, sementara nafsu tanpa kendali hanyalah kabut yang menyesatkan.


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id