Showing posts with label IMAM KHOMEINI. Show all posts
Showing posts with label IMAM KHOMEINI. Show all posts

KATA BIJAK # 1023 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 1023 - IMAM KHOMEINI

"Anda tidak bisa menakuti kami dengan kelaparan, karena kami dari Ramadhan. Anda tak bisa menakui kami dengan kematian, karena kami dari Muharram."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 1021 - IMAM KHOMEINI

"Sebuah bangsa yang perempuan dan laki-lakinya siap untuk berkorban, dan mencari kesyahidan, maka tidak akan ada kekuatan apapun yang bisa mengalahkannya."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 1014 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 1014 - IMAM KHOMEINI

"Agama tidak diturunkan untuk membius rakyat, tetapi untuk membangunkan mereka dari ketertindasan dan kebodohan."

Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

-----------------------

Komentar :

Kutipan Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini bahwa “agama tidak diturunkan untuk membius rakyat” secara langsung merupakan bantahan dan jawaban dari kritik klasik Karl Marx yang menyebut agama sebagai “opium of the people” (candu bagi rakyat). Bagi Marx, agama kerap berfungsi sebagai pelarian semu: menenangkan penderitaan, tetapi sekaligus membuat manusia mau menerima ketidakadilan sosial sebagai sesuatu yang wajar dan tak terelakkan. Dalam konteks ini, agama dianggap mengalihkan perhatian rakyat dari akar penindasan yang bersifat ekonomi dan struktural.

Menurut Khomeini, agama hanya menjadi “candu” ketika diperalat oleh kekuasaan untuk membungkam kesadaran kritis rakyat. Agama yang direduksi menjadi ritual kosong, yang mengajarkan kepasrahan tanpa keadilan, memang berfungsi membius—seperti yang dikritik Karl Marx. Tetapi itu adalah agama yang diselewengkan, bukan hakikat agama itu sendiri. Dalam pandangan Khomeini, agama sejati berfungsi sebagai kekuatan pembebasan yang membangunkan manusia dari kebodohan, ketakutan, dan penindasan. Khomeini menekankan potensi agama sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela kaum tertindas.

Dengan demikian, perbedaan keduanya terletak pada kesimpulan, bukan sepenuhnya pada diagnosis. Marx dan Khomeini sama-sama mengkritik agama yang membius dan melanggengkan ketidakadilan. Dalam pandangan Khomeini, agama sejati justru berlawanan dengan candu. Agama berfungsi sebagai kekuatan pembebasan yang membangunkan manusia dari kebodohan, ketakutan, dan penindasan. Jika Marx menyoroti bagaimana agama bisa menjadi bius dan alat ideologis bagi kelas penindas, Khomeini menekankan potensi agama sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela kaum tertindas dan menuntut keadilan

*****

Sumber :

https://web.facebook.com/share/p/14Su9aL1fYs/

KATA BIJAK # 960 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 960 - IMAM KHOMEINI

"Semua yang berjuang melawan hawa nafsu adalah pahlawan, karena mereka tidak akan mendatangkan kerugian atas negeri mereka."

[ Imam Khomeini ]

KATA BIJAK # 930 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 930 - IMAM KHOMEINI

"Cara terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur atas rahmat (dari Allah) adalah dengan sedikit bicara tapi lebih banyak berbuat."

[ Imam Khomeini ]

KATA BIJAK # 870 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 870 - IMAM KHOMEINI

"Yakinlah kalian bahwa acapkali media dunia dan setan semakin intens melawan kalian adalah tanda bahwa kekuatan kalian meningkat."

[ Imam Khomeini ]

KATA BIJAK # 767 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

"Jika dirimu yakin sebagai pengikut Rasulullah SAW, dan ingin mewujudkan apa yang Rasulullah SAW ajarkan, maka jangan pernah letakkan posisi Rasulullah SAW untuk dilecehkan hanya karena buruknya perangai dan perilakumu."

( "If you believe that you are a follower of the Prophet Muhammad, and you want to realize what the Prophet Muhammad taught, so never put the position of Prophet Muhammad to be harassed just because of your bad temper and behavior." )

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 750 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

"Selama kita belum memperbaiki diri kita, tidak akan mungkin kita bisa memperbaiki negara kita."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 720 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

"Salah satu sebab mengapa sebagian orang mukmin masih melakukan dosa adalah ilmu yang ia pelajari belum sampai ke hatinya. Jika ia benar-benar yakin akan datangnya Hari Pembalasan dan mengimaninya (dengan benar) niscaya ia akan menjauh dari semua perbuatan dosa."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 616 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

"Kita tak perlu bangga dengan apa yang sudah kita amalkan. Jika saja seluruh umur hidup kita di dunia ini kita penuhi dengan taat dan ibadah, maka kita masih tetap harus malu dan kurang di hadapan Allah SWT."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 570 -- IMAM KHOMEINI

 Imam Khomeini

"Yang sia-sia itu bukan hanya terkait dengan perbuatan, melainkan bisa jadi terkait dengan kata-kata dan pembicaraan. Ada banyak orang yang kalau berbicara yang dibicarakan adalah hal-hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Sungguh tidak mungkin ada orang yang gemar melakukan perbuatan dan perkataan sia-sia tapi pada saat yang sama ia bisa terjaga dari perbuatan dosa."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 499 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini qs berkali-kali berkata : “Kita semua diperintah untuk melaksanakan kewajiban dan bukan hasil.”

KATA BIJAK # 260 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

"Kekalahan hanya terjadi pada dia yang tujuan akhirnya adalah duniawi. Adapun yang selalu berhubungan dengan Allah, tak akan pernah terkalahkan."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 250 -- IMAM KHOMEINI


 "Jihad melawan hawa nafsu adalah jihad yang lebih besar. Jihad (perjuangan yang sungguh-sungguh) apapun, jika ingin berhasil dan manusia menang dalam jihad ini, maka hal itu bergantung pada kemenangan dalam jihad melawan hawa nafsu."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 232 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

 "Berkeluh kesah kepada manusia akan membuat diri semakin lemah, berkeluh kesah kepada Allah akan membuat diri semakin kuat."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 223 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

"Ilmu Al-Quran dan Hadits harus memperbaiki diri kalian dan menimbulkan akhlak para wali Allah dalam diri kalian, bukan malah setelah lima puluh tahun belajar ilmu-ilmu agama justru sifat-sifat setani yang timbul dalam diri kalian." 

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 215 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

"Jangan pernah menyerah, karena segala sesuatunya tidak berhasil begitu saja dan hal-hal besar harus dilakukan secara bertahap."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 196 -- IMAM KHOMEINI


 "Segala bencana yang menimpa manusia berasal dari kesombongan diri. Manusia mencintai dirinya (egonya) dan ingin dipuji orang lain. Tapi inilah kekeliruannya, dia tidak sadar bahwa dirinya bukan apa-apa dan bahwa dia milik Sang Wujud."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 186 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

 "Jika seseorang mengumpulkan ilmu dan taqwa di dalam dirinya, maka ia akan bahagia dunia akhirat."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --