Showing posts with label AGAMA. Show all posts
Showing posts with label AGAMA. Show all posts

KATA BIJAK # 1014 - IMAM KHOMEINI

KATA BIJAK # 1014 - IMAM KHOMEINI

"Agama tidak diturunkan untuk membius rakyat, tetapi untuk membangunkan mereka dari ketertindasan dan kebodohan."

Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

-----------------------

Komentar :

Kutipan Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini bahwa “agama tidak diturunkan untuk membius rakyat” secara langsung merupakan bantahan dan jawaban dari kritik klasik Karl Marx yang menyebut agama sebagai “opium of the people” (candu bagi rakyat). Bagi Marx, agama kerap berfungsi sebagai pelarian semu: menenangkan penderitaan, tetapi sekaligus membuat manusia mau menerima ketidakadilan sosial sebagai sesuatu yang wajar dan tak terelakkan. Dalam konteks ini, agama dianggap mengalihkan perhatian rakyat dari akar penindasan yang bersifat ekonomi dan struktural.

Menurut Khomeini, agama hanya menjadi “candu” ketika diperalat oleh kekuasaan untuk membungkam kesadaran kritis rakyat. Agama yang direduksi menjadi ritual kosong, yang mengajarkan kepasrahan tanpa keadilan, memang berfungsi membius—seperti yang dikritik Karl Marx. Tetapi itu adalah agama yang diselewengkan, bukan hakikat agama itu sendiri. Dalam pandangan Khomeini, agama sejati berfungsi sebagai kekuatan pembebasan yang membangunkan manusia dari kebodohan, ketakutan, dan penindasan. Khomeini menekankan potensi agama sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela kaum tertindas.

Dengan demikian, perbedaan keduanya terletak pada kesimpulan, bukan sepenuhnya pada diagnosis. Marx dan Khomeini sama-sama mengkritik agama yang membius dan melanggengkan ketidakadilan. Dalam pandangan Khomeini, agama sejati justru berlawanan dengan candu. Agama berfungsi sebagai kekuatan pembebasan yang membangunkan manusia dari kebodohan, ketakutan, dan penindasan. Jika Marx menyoroti bagaimana agama bisa menjadi bius dan alat ideologis bagi kelas penindas, Khomeini menekankan potensi agama sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela kaum tertindas dan menuntut keadilan

*****

Sumber :

https://web.facebook.com/share/p/14Su9aL1fYs/

KATA BIJAK # 444 -- IMAM JAFAR ASH-SHADIQ

"Akhlak yang baik dan terpuji beroleh kebaikan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Dengan perantara akhlak yang terpuji agama seseorang akan menjadi sempurna dan mengantarkan manusia untuk meraih kesempurnaan dan kedekatan kepada Allah swt.”

-- Imam Jafar Ash-Shadiq, 702 - 765 [ Mustadrak al-Wasâil wa Mustanbith al-Masâil, jilid 8, hal. 449 ] --

KATA BIJAK # 326 -- NABI MUHAMMAD SAAW


Nabi saaw bersabda, "Maukah aku beritahukan kepadamu perkara yang lebih utama dari puasa, shalat dan shadaqoh?" Jawab sahabat, "Tentu mau". Sabda Nabi saaw, "Yaitu mendamaikan di antara kamu, karena rusaknya perdamaian di antara kamu adalah menjadi pencukur yakni perusak agama."

-- Nabi Muhammad SAAW [ HR. Abu Daud dan Tarmidzi ] --

KATA BIJAK # 233 -- IBNU RUSYD

Ibnu Rusyd

 "Jika kau ingin menguasai orang bodoh, maka bungkuslah segala sesuatu yang batil dengan kemasan agama."

-- Ibnu Rusyd, 1126 - 1198 [ Filsuf, Ilmuwan, Ahli Fikih dan Fisikawan ] --

KATA BIJAK # 230 -- IMAM HUSEIN

"Lima perkara yang bila tidak dimiliki oleh seseorang, maka ia tidak memiliki apa-apa: akal, agama, adab, rasa malu, dan akhlak yang mulia."

-- Imam Husein / Husein bin Ali bin Abi Thalib [ Cucu Nabi Muhammad saww, 626 - 680 ] --

KATA BIJAK # 223 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

"Ilmu Al-Quran dan Hadits harus memperbaiki diri kalian dan menimbulkan akhlak para wali Allah dalam diri kalian, bukan malah setelah lima puluh tahun belajar ilmu-ilmu agama justru sifat-sifat setani yang timbul dalam diri kalian." 

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --

KATA BIJAK # 188 -- NABI MUHAMMAD SAWW


 "Budi pekerti yang baik dan terpuji merupakan setengah agama."

-- Nabi Muhammad saww, 570 - 632 [ Bihar Al-Anwar ] --

KATA BIJAK # 181 -- IMAM MUHAMMAD AL-BAQIR


 "Seseorang yang bisa merasakan nikmatnya mengingat Allah swt, kalbunya tidak akan menderita lagi oleh kecintaan pada selain Dia. Para pencari Tuhan tidak terikat pada dunia dan tidak juga menyukainya. Maka berusahalah untuk menjaga agama dan hikmah yang dikaruniakan Allah SWT."

-- Imam Muhammad Al-Baqir [ 676 - 733 Masehi ] --

KATA BIJAK # 141 -- SAYYID ALI KHAMENEI

Sayyid Ali Khamenei

 "Agama adalah yang memberi kebebasan, yang menambahkan kemuliaan kepada manusia dan memberikan identitas dan kepribadian."

-- Sayyid Ali Khamenei [ Pemimpin Tertinggi Iran ] --

KATA BIJAK # 129 -- SYAIKH MUHAMMAD TAQI BAHJAT

Syaikh Muhammad Taqi Bahjat

"Agama bukanlah hanya ada di mihrab-mihrab tempat pengasingan, atau di atas sajadah-sajadah harum, atau ada di even-even ritual dan majelis-majelis zikir. Ia ada bersama perut tetanggamu yang lapar, saudara atau temanmu yang sakit dan seorang diri, pada mereka yang berhutang padamu dan tak mampu lagi membayar. Agama ada pada tangisan terasing anak-anak tanpa ibu dan bapak."

-- Syaikh Muhammad Taqi Bahjat [ 1916 - 2009 ] --

KATA BIJAK # 39 -- AL GHAZALI

Al-Ghazali

"Setengah tak percaya pada Tuhan di dunia ini disebabkan oleh orang-orang yang membuat tampilan jelek pada agamanya karena perilaku buruk dan kebodohan mereka."

-- Abu Hamid Al-Ghazali [ Filsuf dan Teolog dari Persia, 1058 - 1111 ] -- 

KATA BIJAK # 3 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini


"Tidak ada kejelekan yang lebih parah daripada kejelekan di mana seseorang tidak memahami kejelekannya sendiri bahkan ia melalaikannya, dan pada saat yang sama ia mencari-cari kejelekan orang lain sementara dalam dirinya bertumpuk-tumpuk kejelekan.

Mengapa gangguan hati harus menyesatkan manusia? Mengapa kemauan hawa nafsu harus menyingkirkan segalanya? Mengapa yang tampak baginya hanya kejelekan orang lain?

Bukan tugas keagamaan, seseorang harus memfitnah sesama muslim lainnya, menjelek-jelekkan saudara seagamanya! Ini  adalah cinta dunia dan cinta hawa nafsu, ini adalah bisikan-bisikan setan yang menyeret manusia ke dalam kehancuran."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --