"Tidak mungkin ada keadilan jika hukum hanya melayani mereka yang mampu membelinya."
[ Antonio Cassese ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Tidak mungkin ada keadilan jika hukum hanya melayani mereka yang mampu membelinya."
[ Antonio Cassese ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Prinsip kesetaraan hukum adalah jaminan utama bahwa keadilan tidak tergelincir ke dalam tirani."
[ Stephen Breyer ]
-------------------------
Komentar :
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Sesungguhnya orang yang paling menyesal pada Hari Kiamat adalah orang yang menggambarkan keadilan dengan kata-katanya, kemudian ia menentangnya dengan tindakan yang berlawanan dengan keadilan."
[ Imam Ja'far Ash-Shadiq ]
"Perdamaian itu indah, tetapi keadilan jauh lebih indah lagi."
( "Peace is beautiful, but justice is more beautiful." )
-- Sayyid Ali Khamenei [ Pemimpin Tertinggi Iran ] --
-- Joko Widodo [ Presiden Republik Indonesia ke-7 ] --
-------------------------
Komentar :
Kutipan Epictetus ini mengingatkan kita tentang bahaya ketika kekuasaan seolah-olah mengendalikan hukum.
Dalam kondisi ini, hukum tidak lagi berfungsi untuk menegakkan keadilan, tetapi justru digunakan sebagai alat untuk memperkuat kekuasaan semata.
Ini membawa kita pada pertanyaan penting: apakah hukum bisa tetap adil jika kekuasaan terlalu dominan?
Pikirkan sejenak: bagaimana jika hukum lebih melayani kepentingan pemegang kekuasaan daripada masyarakat?
Apakah keadilan masih bisa tercapai dalam sistem seperti itu?
Apakah kamu setuju dengan kutipan Epictetus ini bahwa kekuasaan yang tidak terkendali bisa menghancurkan keadilan?
Dalam konteks modern, apakah kamu merasa ada contoh di mana hukum justru digunakan untuk menguntungkan pihak tertentu, bukan untuk keadilan?
Apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk memastikan bahwa hukum tetap adil, meski ada kekuasaan besar di dalamnya?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id
"Berikanlah untuk saudaramu darah dan hartamu. Berikanlah untuk musuhmu keadilan dan sikap konsekuenmu. Sedangkan untuk masyarakat umum, hadiahkanlah untuk mereka wajahmu yang ceria dan kebaikanmu."
-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Bihar Al-Anwar, juz 78, hal. 50, hadits ke-76 ] --
-------------------------
KOMENTAR :
Kutipan Martin Luther King Jr. ini menyoroti pentingnya memberikan keadilan dengan segera, tanpa menunda-nunda.
Jika keadilan terlambat diberikan, maka pada dasarnya keadilan itu tidak pernah tercapai.
Ini juga mengajak kita untuk berpikir tentang bagaimana demokrasi yang sejati harus mencakup hak yang adil dan setara bagi semua warga negara.
Pernahkah kamu merasa bahwa keadilan untuk beberapa kelompok masyarakat sering tertunda atau bahkan diabaikan?
Apakah kamu percaya bahwa demokrasi kita sudah memberikan keadilan yang merata, atau adakah kelompok tertentu yang masih dirugikan dalam proses tersebut?
Apa yang bisa kita lakukan sebagai individu atau masyarakat untuk memastikan bahwa keadilan tidak hanya ditegakkan, tetapi juga diberikan secara tepat waktu dan merata?
Apakah kamu setuju bahwa demokrasi yang sejati hanya bisa terwujud jika keadilan diberikan bagi semua orang, tanpa terkecuali?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id