Showing posts with label BENCI / KEBENCIAN. Show all posts
Showing posts with label BENCI / KEBENCIAN. Show all posts

KATA BIJAK # 920 - ALI BIN ABI THALIB

KATA BIJAK # 920 - ALI BIN ABI THALIB

"Jangan mengkritik orang bodoh, karena dia akan membencimu. Tapi kritiklah orang berakal, karena dia akan mencintaimu."

[ Ali bin Abi Thalib ]

KATA BIJAK # 915 - TOM NICHOLS


"Masyarakat modern sedang sakit: membenci ahli tapi memuja pendapat amatir."

[ Tom Nichols ]

-------------------------

Komentar :

"Masyarakat modern sedang sakit: membenci ahli tapi memuja pendapat amatir."
Kutipan Tom Nichols di dalam bukunya berjudul "The Death of Expertise: Matinya Kepakaran".
Pernahkah kamu melihat seseorang menolak hasil riset bertahun-tahun, tapi justru percaya pada video 2 menit dari akun anonim?
Itulah gejala zaman ini: "ketika otoritas keilmuan dicurigai, tapi opini tanpa dasar justru dirayakan."
Ilmuwan dianggap elit.
Influencer dianggap lebih tahu segalanya.
Fakta digeser oleh "feeling", dan logika dikalahkan oleh "like dan followers."
Pertanyaannya, apakah ini hanya soal kepercayaan publik yang menurun, atau memang ada kesenjangan komunikasi antara ahli dan masyarakat?
Dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk menjembatani jarak ini?
Mari kita diskusikan bersama, apa menurutmu penyebab orang lebih percaya opini viral daripada pakar di bidangnya?
Bagaimana kita bisa mengembalikan kepercayaan terhadap keahlian dan ilmu pengetahuan?
Apakah para ahli perlu lebih terbuka dan komunikatif, atau masyarakat yang perlu lebih kritis dan mau belajar?
Pernahkah kamu menyaksikan atau mengalami situasi di mana pendapat ahli diabaikan hanya karena tidak "menarik"?
Bagaimana caranya menurutmu agar keahlian kembali dihargai tanpa harus menjadi sensasional?
Karena tanpa kepercayaan pada ilmu dan keahlian, kita bukan hanya kehilangan arah — kita sedang berjalan mundur.

Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

-------------------------

Pernyataan ini mengkritik fenomena yang kian terlihat dalam masyarakat digital: runtuhnya otoritas pengetahuan dan tumbuhnya kepercayaan buta terhadap suara yang paling keras, bukan yang paling tahu. Ketika informasi tersedia di mana-mana, batas antara opini dan fakta menjadi kabur. Akibatnya, siapa pun bisa merasa “cukup tahu” hanya dengan menonton satu video atau membaca satu postingan, lalu mengabaikan puluhan tahun riset, pendidikan, dan pengalaman para ahli.
Fenomena ini bukan hanya soal kesombongan intelektual, tetapi juga menunjukkan krisis kepercayaan terhadap institusi. Banyak yang merasa bahwa para ahli adalah bagian dari sistem yang jauh dari kehidupan mereka—elitis, bias, atau tidak memahami realitas sehari-hari. Akibatnya, mereka mencari narasi alternatif, meskipun narasi itu datang dari orang-orang yang tak memiliki landasan pengetahuan yang kuat.
Namun dalam jangka panjang, sikap ini berbahaya. Masyarakat yang membenci ilmu, tapi percaya pada sembarang opini, akan mudah tersesat dalam kebingungan, teori konspirasi, dan kebijakan yang merugikan diri sendiri. Menghargai keahlian bukan berarti menelan mentah-mentah, tapi memberi tempat yang semestinya bagi mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk memahami sesuatu secara mendalam. Sebab jika kebenaran jadi soal siapa yang paling keras bicara, maka akal sehat sedang berada dalam ancaman.

Diambil dari :

https://web.facebook.com/kasih.tulus.921

-------------------------

Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka

KATA BIJAK # 773 -- IBNU RUSYD

Ibnu Rusyd

"Ketidaktahuan / kebodohan mengarah pada ketakutan, ketakutan mengarah pada kebencian, dan kebencian mengarah pada kekerasan. Ini adalah persamaannya."

( "Ignorance leads to fear, fear leads to hate, and hate leads to violence. This is the equation." )

-- Ibnu Rusyd, 1126 - 1198 [ Filsuf, Ilmuwan, Ahli Fikih dan Fisikawan ] --

KATA BIJAK # 461 -- IMAM ALI AR-RIDHA


“Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang menceritakan kejelekan orang dan orang yang mendengarkannya serta orang yang banyak bertanya.”

-- Imam Ali Ar-Ridha [ 766 - 818 ] --

KATA BIJAK # 407 -- ALI BIN ABI THALIB


"Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu."

-- Ali bin Abi Thalib [ 599 - 661 Masehi ] --

KATA BIJAK # 341 -- NABI MUHAMMAD SAAW


 Rasulullah saaw bersabda:

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا
“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, kerana prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari keburukan orang lain, saling inti-mengintip, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”
[ HR Bukhari no. 6064 dan Muslim no. 2563 ]

KATA BIJAK # 320 -- ALI BIN ABI THALIB


"Siapa yang merasa bangga dengan dirinya akan menuai kebencian."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Ghurar al-Hikam, pasal 41, nomor 839 ] --

KATA BIJAK # 312 -- NABI MUHAMMAD SAAW

 \

"Cintailah apa yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya, dan bencilah apa yang dibenci oleh Allah dan rasul-Nya."

-- Nabi Muhammad saaw, 570 - 632 [ HR. Ahmad ] --

KATA BIJAK # 303 -- ALI BIN ABI THALIB


"Banyaknya yang (mengikutiku) tidak akan menambah kemuliaan dan banyaknya orang yang membenciku tidak akan menimbulkan keterasingan (alienasi)."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Nahjul Balâghah ] --

KATA BIJAK # 265 -- HABIB UMAR BIN HAFIDZ

Habib Umar bin Hafidz

 Jika kalian berguru kepada seorang Ahlul Bait, maka berpegang teguhlah dengannya. Jangan kalian lepas mereka. Jangan kalian sakiti mereka. Jangan kalian sepelekan mereka. Apalagi kalian benci mereka. Karena membuat mereka (Ahlul Bait) sakit sama saja kalian membuat datuknya (Rasulullah) juga sakit."

-- Habib Umar Bin Hafidz --

KATA BIJAK # 251 -- NABI MUHAMMAD SAAW


"Tidak ada sesuatu yang paling dibenci Allah dibandingkan dengan kekikiran dan keburukan akhlak, karena keduanya dapat merusak amalan sebagaimana lumpur dapat merusak madu."

-- Nabi Muhammad saaw, 570 - 632 [ Biharul Anwar ] --

KATA BIJAK # 207 -- IMAM HUSEIN


 "Siapa yang mencintaimu akan melarangmu dari maksiat. Dan siapa yang membencimu akan menipumu (sehingga kamu akan melakukan maksiat)."

-- Imam Husein / Husein bin Ali bin Abi Thalib, 626 - 680 [ Bihar Al-Anwar ] --

KATA BIJAK # 136 -- NABI MUHAMMAD SAWW

 

"Sesungguhnya Allah SWT membenci orang yang selalu bermasam muka kepada saudara-saudaranya."

-- Nabi Muhammad SAWW [ Mustadrak al-Wasail 2:61 ] --

KATA BIJAK # 115 -- ALI BIN ABI THALIB

Ali bin Abi Thalib

"Terima kasihmu terhadap orang yang ridha terhadapmu dapat menambah kesenangan dan keridhaannya. Begitu pula terima kasihmu kepada orang yang membencimu dapat menghilangkan  kedengkiannya terhadapmu sehingga ia mencintaimu."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Ghurar Al-Hikam, hadits 6183 - 6198 ] --