Showing posts with label PERCAYA / YAKIN. Show all posts
Showing posts with label PERCAYA / YAKIN. Show all posts

KATA BIJAK # 997 - RONALD DWORKIN

KATA BIJAK # 997 - RONALD DWORKIN

"Kesetaraan di depan hukum adalah syarat utama bagi kepercayaan publik terhadap sistem hukum."

[ Ronald Dworkin ]

-------------------------

Komentar :

Kutipan Ronald Dworkin ini menggarisbawahi bahwa "kepercayaan masyarakat terhadap hukum hanya bisa tumbuh jika hukum memperlakukan semua orang secara adil dan setara."
Pernahkah kamu merasa bahwa hukum tidak memihak semua orang secara setara?
Tapi, bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya?
Bagaimana jika masyarakat melihat bahwa hukum “tajam ke bawah, tumpul ke atas”?
Apakah kepercayaan terhadap sistem hukum masih bisa dipertahankan?
Kita hidup di tengah berbagai kasus yang menyentuh hati nurani.
Vonis ringan bagi pelaku korupsi.
Kriminalisasi terhadap rakyat kecil yang membela haknya.
Perbedaan akses terhadap bantuan hukum antara yang mampu dan tidak mampu.
Jika kesetaraan di depan hukum hanyalah wacana, apa yang tersisa dari keadilan?
Menurutmu, apakah hukum di negara kita sudah cukup adil untuk semua kalangan?
Atau justru membuat sebagian orang merasa tak terlindungi?
Ceritakan pendapat, pengalaman, atau harapanmu tentang sistem hukum kita.


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 885 - IMAM JA'FAR ASH-SHADIQ

KATA BIJAK # 885 - IMAM JA'FAR ASH-SHADIQ

"Ulama adalah kepercayaan para rasul. Bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka."

[ Imam Ja'far Ash-Shadiq ]

KATA BIJAK # 880 - MURTADHA MUTHAHHARI

KATA BIJAK # 880 - MURTADHA MUTHAHHARI

"Setiap ajaran yang mempercayai dan meyakini kebenarannya, harus melindungi kebebasan berpikir dan berkepercayaan."

[ Murtadha Muthahhari ]

KATA BIJAK # 852 - INDIRA GANDHI

KATA BIJAK # 852 - INDIRA GANDHI

"Untuk menjadi mampu, seseorang harus memiliki keyakinan pada dirinya sendiri."

[ Indira Gandhi ]

-------------------------

Komentar :

Kepercayaan pada diri sendiri adalah fondasi dari semua bentuk pencapaian. Tanpa keyakinan itu, langkah pertama pun terasa mustahil. Seseorang bisa memiliki kemampuan, sumber daya, bahkan kesempatan, tetapi jika ia tidak yakin pada dirinya, semuanya bisa sia-sia. 

Banyak orang ragu melangkah bukan karena kurang pintar atau kurang berbakat, tetapi karena terlalu sibuk meragukan dirinya sendiri. Padahal, setiap keberhasilan besar selalu dimulai dari keputusan untuk percaya bahwa dirinya mampu belajar, tumbuh, dan menghadapi risiko. 

Keyakinan diri bukan berarti merasa serba bisa, melainkan keberanian untuk mencoba meski tahu bisa gagal. Ia adalah kekuatan sunyi yang menghidupkan tekad dan mematangkan langkah, terutama saat dunia meragukanmu.


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/kasih.tulus.921

KATA BIJAK # 682 -- STEPHEN KING

Stephen King

"Kepercayaan dari orang-orang lugu adalah alat yang paling berguna bagi pembohong."

( "The trust of the innocent is the liar's most useful tool." )

-- Stephen King [ Penulis dari Amerika Serikat, 1947 - sekarang ] --

KATA BIJAK # 669 -- PATRICK MODIANO

Patrick Modiano

"Saya percaya bahwa untuk membuatnya menjadi karya sastra, seseorang harus memimpikan hidup seseorang, mimpi di mana ingatan dan imajinasi bergabung."

-- Patrick Modiano [ Penulis dari Perancis, 1945 - sekarang ] --

KATA BIJAK # 655 -- KYLE MAYNARD

Kyle Maynard

"Saya selalu percaya bahwa setiap orang dapat mencapai mimpi mereka."

-- Kyle Maynard [ Penulis, Pembicara, dan Atlet yang dikenal sebagai amputasi quadruple pertama yang naik Gunung Kilimanjaro tanpa bantuan prosthetics, 1986 - sekarang ] --

KATA BIJAK # 646 -- JEFFREY P. BEZOS

Jeffrey P. Bezos

"Pengusaha perlu bersikap realistis. Jadi, ketika Anda menulis rencana bisnis Anda, jika sejak awal Anda percaya bahwa ada kemungkinan 70 persen rencana Anda gagal, hal itu akan meringankan beban Anda."

-- Jeffrey P. Bezos [ Pengusaha dan Pendiri Amazon, 1964 - sekarang ] --

KATA BIJAK # 634 -- GOETHE

KATA BIJAK # 634 -- GOETHE

"Ketika kamu percaya pada diri sendiri, dunia akan percaya padamu."

-- Johann Wolfgang von Goethe [ Penulis dan Penyair dari Jerman, 1749 - 1832 ] --

-------------------------

KOMENTAR :

Kutipan Johann Wolfgang von Goethe ini mengungkapkan kekuatan dari rasa percaya diri. 

Ketika kita yakin pada kemampuan kita, orang lain pun cenderung lebih mempercayai kita. 

Tapi, apakah benar kepercayaan diri kita bisa mempengaruhi pandangan orang lain terhadap kita? 

Atau mungkin, kadang kita merasa kesulitan untuk membangun kepercayaan diri di tengah keraguan atau tekanan dari dunia sekitar? 

Kadang, kepercayaan diri bukan datang begitu saja, dan kita harus berjuang untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kita cukup mampu. 

Namun, apa yang terjadi ketika kita benar-benar percaya pada diri kita sendiri? 

Apakah itu memberi kita kekuatan yang luar biasa untuk meraih apa yang kita inginkan, atau malah menciptakan ekspektasi yang lebih besar dari orang lain? 

Sejauh mana kamu merasa bahwa kepercayaan diri benar-benar dapat mempengaruhi cara dunia memandang dan memperlakukan kamu? 

Apakah ada momen dalam hidup kamu di mana percaya pada diri sendiri membuka lebih banyak peluang atau dukungan dari orang lain? 

Apakah kamu pernah merasa kesulitan untuk membangun rasa percaya diri yang kuat?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 629 -- FRIEDRICH NIETZSCHE

Friedrich Nietzsche

"Keyakinan yang buta bisa lebih berbahaya daripada sebuah kebohongan."

-- Friedrich Nietzsche [ Penyair dan Filsuf dari Jerman, 1844 - 1900 ] --

KATA BIJAK # 622 -- ELEANOR ROOSEVELT

Eleanor Roosevelt

"Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka."

( "The Future belongs to those who believe ini the beauty of their dreams." )

-- Eleanor Roosevelt [ Kolumnis / Penulis, 'First Lady' atau Ibu Negara Amerika Serikat (1933 - 1945), 1884 - 1962 ] --

-------------------------

Komentar :

Impian bukan hanya bunga tidur atau harapan kosong. Ia adalah benih masa depan yang tumbuh dari keyakinan. Ketika seseorang benar-benar percaya pada impiannya—dengan keteguhan hati dan keberanian untuk bertindak—maka masa depan perlahan membentuk dirinya sesuai arah yang dituju. 

Eleanor Roosevelt mengingatkan bahwa keindahan masa depan tidak datang begitu saja, tetapi diberikan kepada mereka yang berani bermimpi dan bekerja untuk mewujudkannya. Impian yang diyakini sepenuh hati menjadi bahan bakar yang mendorong langkah maju, bahkan saat jalan tampak terjal atau tidak pasti. 

Mereka yang percaya pada impian memiliki kekuatan untuk melihat kemungkinan di balik kesulitan, harapan di tengah keraguan, dan arah di tengah kebingungan. Karena sejatinya, masa depan bukan ditentukan oleh keberuntungan semata, tapi oleh keberanian untuk percaya dan bertindak dari sekarang. Apa impian yang saat ini sedang kamu jaga? 


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/kasih.tulus.921

KATA BIJAK # 617 -- DAVE THOMAS

Dave Thomas

"Percayalah pada mimpi Anda. Orang-orang mungkin berkata bahwa Anda tidak akan mencapainya dan hanya membuang-buang waktu. Jika Anda terus mengingat mimpi Anda, melakukan riset, dan mau bekerja keras, mimpi Anda bisa menjadi kenyataan."

-- Dave Thomas [ Pengusaha, Pendiri dan CEO Wendy's, 1932 - 2002 ] --

KATA BIJAK # 517 -- ALI BIN ABI THALIB


Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s berkata kepada puteranya Imam Hasan al Mujtaba a.s, "Putraku, hidupkan hatimu dengan nasihat; matikan ia dengan kezuhudan; perkuat ia dengan keyakinan dan sinari ia dengan hikmah."

KATA BIJAK # 430 -- ALI BIN ABI THALIB


Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s menasihati putranya Imam Hasan a.s sebagai berikut : "Dengan bantuan kesabaran dan keyakinan, jadikanlah ia sebagai pengusir kesedihan darimu."

KATA BIJAK # 427 -- IMAM JAFAR ASH-SHADIQ


"Sesungguhnya Allah Azza Wajalla meletakkan iman pada tujuh bagian, yaitu: kebajikan, ketulusan, keyakinan, ridha, memenuhi janji, ilmu, dan kesabaran.”

-- Imam Jafar Ash-Shadiq, 702 - 765 [ Mizanul Hikmah ] --

KATA BIJAK # 368 -- NABI MUHAMMAD SAAW


Rasulullah saaw berbicara tentang ketakwaan kepada Allah yang merupakan salah satu tanda keyakinan.
"Ada enam tanda bagi pemilik keyakinan: Dia yakin tentang Allah, karenanya dia beriman kepadaNya. Dia yakin bahwa kematian tidak dapat dielakkan, karenanya dia bersiap untuk menghadapinya. Dia beriman tentang Hari Kebangkitan, karenanya dia cemas tentang hari itu. Dia yakin bahwa surga itu benar, karenanya dia bersedia untuk pergi ke sana. Dia yakin bahwa api neraka itu benar,karenanya dia menghindarinya. Dia mengetahui bahwa setiap orang bertanggungjawab pada Hari Kiamat, karenanya dia berhati hati tentang urusan urusannya."

-- Nabi Muhammad saaw, 570 - 632 [ Tuhaf al 'Uqul ] --

KATA BIJAK # 364 -- IMAM JAFAR ASH-SHADIQ


"Sesungguhnya Allah swt dengan keadilan-Nya menjadikan ketenangan dan ketenteraman dalam keyakinan dan keridhaan, dan Dia menjadikan kedukaan dan kesedihan dalam keraguan dan ketidakpuasan."

-- Imam Jafar Ash-Shadiq, 702 - 765 [ Ushul al Kafi, jil 2, hlm. 52-57 ] --

KATA BIJAK # 301 -- IMAM ALI AR-RIDHA


"Keimanan adalah satu derajat di atas Islam; ketakwaan adalah satu derajat di atas keimanan; keyakinan adalah satu derajat lebih tinggi di atas ketakwaan. Tiada sesuatupun yang dibagi di antara hamba hamba Allah yang lebih sedikit dari keyakinan."

-- Imam Ali Ar-Ridha, 766 - 818 [ Ushul al Kafi, jil 2, hlm 52-57 ] --

KATA BIJAK # 287 -- GEORGE ORWELL

KATA BIJAK # 287 -- GEORGE ORWELL

"Penguasa yang korup akan membuatmu percaya bahwa musuh terbesarmu adalah kelompok di seberang tembok, bukan mereka yang menjarah istana."

-- George Orwell [ Penulis dari Inggris, 1903 - 1950 ] --

-------------------------

KOMENTAR :

Strategi klasik pengalihan isu: ciptakan musuh imajiner agar rakyat lupa pada penindasan sistematis. Orwell mengungkap bagaimana kekuasaan memanfaatkan perpecahan untuk melanggengkan dominasi.

Lihatlah politik identitas masa kini: isu SARA sengaja dipanas-panasi agar publik tidak fokus pada korupsi elit atau kebijakan timpang. "Divide et impera" bukan warisan Romawi, tapi senjata abadi oligarki.

Waspadai narasi yang mengadu-domba! Selalu tanya: "Siapa yang diuntungkan jika kita saling benci?" Fokus pada substansi, bukan provokasi.


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/Kasih.tulus.921