Showing posts with label LEMAH / KELEMAHAN. Show all posts
Showing posts with label LEMAH / KELEMAHAN. Show all posts

KATA BIJAK # 657 -- MAHATMA GANDHI

Mahatma Gandhi

"Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi maaf yang tulus. Pemaaf sejati hanya melekat pada mereka yang berjiwa tangguh."

-- Mahatma Gandhi [ Tokoh Agama dan Politikus dari India, 1869 - 1948 ] --

KATA BIJAK # 654 -- KAHLIL GIBRAN

 Kahlil Gibran

"Kelembutan dan kebaikan bukanlah tanda-tanda kelemahan dan putus asa, tetapi adalah penjelmaan sebuah kekuatan."

-- Kahlil Gibran [ Penulis dan Pelukis dari Lebanon dan Amerika, 1883-1931 ] --

KATA BIJAK # 641 -- JACQUES AUDIBERTI

Jacques Audiberti

"Kepengecutan yang paling besar adalah ketika kita membuktikan kekuatan kita kepada kelemahan orang lain."

-- Jacques Audiberti [ Penyair, Penulis Naskah Drama dan Novel dari Perancis, 1899 - 1965 ] --

KATA BIJAK # 583 -- ALBERT EINSTEIN

KATA BIJAK # 583 -- ALBERT EINSTEIN

"Orang lemah membalas dendam. Orang kuat memaafkan. Orang cerdas mengabaikan."

-- Albert Einstein [ Ahli Fisika dari Jerman dan Amerika Serikat, 1879 - 1955 ] -- 

-------------------------

KOMENTAR :

Ada tiga cara seseorang merespons ketika disakiti atau diperlakukan tidak adil, dan masing-masing mencerminkan tingkat kedewasaan yang berbeda. Membalas dendam adalah reaksi yang muncul dari luka dan kelemahan—ia memberi kepuasan sesaat, tapi sering kali memperpanjang rasa sakit dan konflik. Itulah sebabnya disebut sebagai pilihan orang lemah.

Sementara itu, memaafkan membutuhkan kekuatan hati. Memaafkan bukan berarti melupakan atau membenarkan kesalahan, tapi memilih untuk tidak membiarkan luka itu mengendalikan hidup kita. Orang kuat memaafkan karena mereka mengerti bahwa damai di hati lebih berharga daripada menyimpan dendam.

Namun kadang, dalam situasi tertentu, yang paling bijak adalah mengabaikan. Bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak semua hal layak mendapat reaksi. Orang yang cerdas tahu kapan harus bicara, kapan harus diam, dan kapan sebuah persoalan cukup ditinggalkan demi kedamaian batin dan fokus pada hal-hal yang lebih penting.


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/Kasih.tulus.921

KATA BIJAK # 571 -- SAYYID ALI KHAMENEI

Ali Khamenei

"Tidak ada seorangpun yang tak punya sisi kelemahan. Karena itu, jangan pernah menuntut sesuatu di luar kemampuan yang logis."

-- Sayyid Ali Khamenei [ Pemimpin Tertinggi Iran ] --

KATA BIJAK # 512 -- IMAM HUSEIN

"Jauhi perbuatan banyak bersumpah. Karena ketika seseorang bersumpah, maka itu berasal dari empat hal; dari kehinaan yang ada pada dirinya dan untuk keluar dari kehinaan itu dan mendapat kepercayaan dari masyarakat ia kemudian bersumpah, dari kelemahan dalam logika dan sumpah yang diucapkannya untuk menutupi kekosongan dan menyambung ucapannya yang tidak ada hubungannya satu dengan lainnya, dari kecurigaan masyarakat terhadapnya dan ia tahu bahwa ucapannya hanya akan diterima oleh mereka bila ditambahi sumpah atau dari sikapnya sendiri yang berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu.”

-- Imam Husein / Husein bin Ali bin Abi Thalib, 626 - 680 [ Farhang-e Jame Sokhanan-e Emam Hossein as, Tarjomeh Ali Moayyedi, Qom, Entesharat-e Marouf, 1378, cet 2, hal 816 ] --

KATA BIJAK # 489 -- ALI BIN ABI THALIB


"Alangkah bagusnya berbaik sangka, hanya saja di dalamnya terdapat kelemahan. Dan alangkah buruknya buruk sangka, hanya saja di dalamnya terdapat kehati-hatian."

-- Ali bin Abi Thalib [ 599 - 661 Masehi ] --

KATA BIJAK # 281 - IMAM HASAN


"Ketahuilah bahwa akal adalah benteng, menepati janji adalah kehormatan, ketergesa-gesaan adalah kebodohan, kebodohan itu adalah kelemahan, berteman dengan pemuja dunia adalah kehinaan, bergaul dengan orang-orang fasik adalah kebinasaan. Barang siapa yang meremehkan saudaranya, rusaklah harga dirinya. Tidak ada yang rusak kecuali orang-orang ragu."

-- Imam Hasan / Hasan bin Ali bin Abi Thalib [ Cucu Nabi Muhammad saww, 624 - 670 Masehi ] --

KATA BIJAK # 232 -- IMAM KHOMEINI

Imam Khomeini

 "Berkeluh kesah kepada manusia akan membuat diri semakin lemah, berkeluh kesah kepada Allah akan membuat diri semakin kuat."

-- Imam Khomeini [ Ulama dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, 1902 - 1989 ] --