Showing posts with label JIWA / RUH / NYAWA. Show all posts
Showing posts with label JIWA / RUH / NYAWA. Show all posts

KATA BIJAK # 979 - GEORGE ORWELL

KATA BIJAK # 979 - GEORGE ORWELL

"Kebenaran yang pahit lebih sehat bagi jiwa dibanding kebohongan yang manis."

[ George Orwell ]

-------------------------

Komentar :

Kutipan George Orwell ini sepertinya mengajak kita untuk melihat bahwa meskipun kebenaran itu seringkali terasa menyakitkan, kenyataan tersebut lebih baik untuk kesehatan mental kita dibandingkan dengan kebohongan yang mungkin terasa nyaman sesaat, tetapi justru menyiksa dalam jangka panjang.
Pernahkah kamu merasa terjebak dalam situasi di mana kebenaran yang harus dihadapi terasa terlalu berat, sementara kebohongan tampak lebih mudah diterima?
Tapi kemudian, saat kita memilih kebohongan, perasaan cemas, rasa bersalah, atau bahkan ketidaknyamanan datang menghampiri kita, bukan?
Apa yang sebenarnya membuat kita lebih cenderung memilih kebohongan meskipun kita tahu itu bisa merusak kita di kemudian hari?
Apakah kita takut akan konsekuensi dari kebenaran, atau apakah kita merasa bahwa kebohongan itu lebih “terlindungi” atau lebih mudah diterima oleh orang lain?
Saya penasaran, dalam pengalaman kalian, apakah ada momen di mana kamu memilih kebenaran yang pahit dan merasa itu membawa keuntungan jangka panjang?
Atau mungkin kamu pernah memilih kebohongan, dan baru sadar bahwa hal itu malah menyulitkan hidup kamu lebih lama?
Bagaimana menurut kamu, apakah kebenaran memang selalu lebih sehat, meskipun terkadang sulit diterima?


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/literasikata.id

KATA BIJAK # 695 -- VIRGINIA WOOLF

Virginia Woolf

"Buku adalah cermin dari jiwa."

( "Books are the mirrors of the soul." )

-- Virginia Woolf [ Penulis dan Feminis dari Britania Raya, 1882 - 1941 ] --

KATA BIJAK # 649 -- JOHN STEINBECK

John Steinbeck

"Jiwa yang sedih bisa membunuhmu lebih cepat, jauh lebih cepat, daripada kuman."

( "A sad soul can kill you quicker, far quicker, than a germ." )

-- John Steinbeck [ Penulis asal Amerika Serikat, Peraih Nobel Sastra (1962). 1902 -1968 ] --

KATA BIJAK # 597 -- BOB MARLEY

Bob Marley

"Jangan pertaruhkan dunia dan hilangkan jiwamu, kebebasan lebih baik daripada perak atau emas."

( "Don't gain the world and lose your soul, freedom is better than silver or gold." ) 

-- Bob Marley [ Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Musisi Reggae dari Jamaika, 1945 - 1981 ] --

KATA BIJAK # 447 - IMAM HASAN


"Memberi sebelum diminta adalah kebesaran jiwa yang teragung."

-- Imam Hasan / Hasan bin Ali bin Abi Thalib [ Cucu Nabi Muhammad saww, 624 - 670 Masehi ] --

KATA BIJAK # 403 -- ALI BIN ABI THALIB


 "Akal dan syahwat adalah dua hal yang saling berlawanan. Ilmu adalah pembantu akal dan nafsu adalah hiasan syahwat. Sedang jiwa merupakan rebutan keduanya. Jiwa akan berada di samping yang menang antara keduanya."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Ghurarul Hikam ] --

KATA BIJAK # 399 -- IMAM JAFAR ASH-SHADIQ


"Sebelum jiwa meninggalkan tubuhmu, jangan biarkan dirimu melakukan perbuatan yang mencelakakan. Berusahalah mencapai kebebasan jiwa sebagaimana kamu berusaha mencari kebutuhan hidupmu. Karena, jiwa yang sama akan digadaikan dengan amal perbuatan pada hari perhitungan."

-- Imam Jafar Ash-Shadiq, 702 - 765 [ Al Kafi ] --

KATA BIJAK # 234 -- IBNU 'ATHA'ILLAH

Ibnu 'Atha'illah

 "Menunda beramal saleh untuk menantikan kesempatan yang lebih lapang termasuk tanda kebodohan jiwa."

-- Ibnu 'Atha'illah As-Sakandari, 1260 - 1309 [ Tokoh Tareka Syadziliyah ] --

KATA BIJAK # 201 -- ALI BIN ABI THALIB


 "Barang siapa belum mendidik jiwanya, maka dia tidak memanfaatkan akalnya."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi --

KATA BIJAK # 145 -- ALI BIN ABI THALIB


 "Duduklah dengan para ulama dan pengetahuan Anda akan bertambah, adabmu akan sempurna dan jiwamu akan menjadi suci."

-- Ali bin Abi Thalib, 599 - 661 Masehi [ Ghurar al-Hikam ] --

KATA BIJAK # 6 -- ABU HANIFAH ( IMAM HANAFI )

Abu Hanifah

 "Latih apa yang telah Anda pelajari karena teori tanpa  latihan  seperti  tubuh tanpa  jiwa."

-- Imam Abu Hanifah [ Ahli Hukum Islam, Pendiri Mazhab Yurisprudensi Islam Habafi, 699 - 767 ] --