Showing posts with label PAHLAWAN NASIONAL. Show all posts
Showing posts with label PAHLAWAN NASIONAL. Show all posts

KATA BIJAK # 1011 - TAN MALAKA

KATA BIJAK # 1010 - JEAN JACQUES ROUSSEAU

"Tak ada kemerdekaan sejati bila petani tetap miskin di negeri yang subur."

[ Tan Malaka ]

-------------------------

Komentar :

Kutipan ini mengajak kita untuk merenung, apakah kemerdekaan yang kita rayakan benar-benar mencerminkan keadilan dan kesejahteraan untuk semua?

Tan Malaka, seorang tokoh besar dalam sejarah perjuangan Indonesia, mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan hanya soal kebebasan dari penjajahan, tapi juga tentang memberi kehidupan yang layak kepada mereka yang paling berdedikasi untuk tanah air—seperti petani kita.

Kita hidup di negeri yang subur dengan kekayaan alam yang melimpah.

Namun, ironisnya, banyak petani yang masih bergelut dengan kemiskinan.

Mereka yang mengolah tanah, menanam padi, sayur, buah-buahan, dan memberikan makan kepada kita, justru sering kali hidup dalam serba kekurangan.

Dimanakah keadilan dalam hal ini?

*****

Sumber :

https://web.facebook.com/share/p/1WXNpFg6Lv/

KATA BIJAK # 1006 - TAN MALAKA

KATA BIJAK # 1006 - TAN MALAKA

"Logika itu senjata. Tanpa logika, manusia cuma jadi budak yang pintar berdoa tapi tidak tahu arah."

[ Tan Malaka ]

-------------------------

Komentar :

Logika adalah alat paling mendasar yang membuat manusia mampu membedakan keyakinan dari kebingungan, kebenaran dari manipulasi. Tanpa logika, pikiran mudah diseret oleh emosi, tradisi, atau otoritas tanpa pernah bertanya ke mana semua itu membawa kita. Seseorang bisa rajin berdoa, tekun menjalankan ritual, dan fasih mengucap kata-kata suci, namun tetap berjalan tanpa arah jika akalnya tidak digunakan. Dalam kondisi seperti itu, manusia bukan kehilangan iman, melainkan kehilangan kendali atas pikirannya sendiri.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak penindasan justru bertahan karena logika sengaja dimatikan. Ketika orang tidak dibiasakan berpikir kritis, mereka mudah menerima ketidakadilan sebagai takdir, kesalahan sebagai kewajaran, dan kebohongan sebagai kebenaran. Doa pun berubah fungsi: bukan lagi sarana refleksi dan penguatan moral, melainkan pelarian dari tanggung jawab berpikir. Tanpa logika, keimanan berisiko direduksi menjadi kepatuhan buta, dan manusia perlahan berubah menjadi objek yang digerakkan, bukan subjek yang menentukan arah hidupnya sendiri.

Logika tidak bertentangan dengan spiritualitas; justru ia menjaga agar spiritualitas tidak kehilangan makna. Dengan logika, manusia dapat menimbang, memahami, dan menempatkan keyakinannya secara dewasa dan bertanggung jawab. Ia tahu mengapa ia percaya, ke mana ia melangkah, dan untuk apa ia hidup. Di titik inilah manusia tidak lagi sekadar pintar berdoa, tetapi juga sadar arah. Logika menjadi senjata pembebasan—bukan untuk melawan iman, melainkan untuk memastikan iman berjalan bersama kesadaran.

*****

Sumber :

https://web.facebook.com/share/p/16jjzXmPAK/

KATA BIJAK # 278 -- K. H. MUHAMMAD HASYIM ASY'ARI

K.H. Hasyim Asy'ari

"Sesungguhnya perpecahan, pertikaian, saling menghina dan fanatik mazhab adalah musibah yang nyata dan kerugian yang besar."

-- K. H. Muhammad Hasyim Asy'ari [ Tokoh Agama, Pahlawan Nasional Indonesia dan Pendiri Nahdlatul Ulama, 1871 - 1947 ] --

KATA BIJAK # 108 -- TAN MALAKA

Tan Malaka

"Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda."

-- Tan Malaka [ Seorang Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Pendiri Partai Murba, 1897 - 1949 ] --

KATA BIJAK # 98 -- K. H. MUHAMMAD HASYIM ASY'ARI

K. H. Muhammad Hasyim Asy'ari

 "Jangan jadikan perbedaan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja."

-- K. H. Muhammad Hasyim Asy'ari [ Tokoh Agama, Pahlawan Nasional Indonesia dan Pendiri Nahdlatul Ulama, 1871 - 1947 ] --

KATA BIJAK # 83 -- JENDERAL SOEDIRMAN

 Jenderal Soedirman

"Banyak orang menyebut penderitaan mereka sebagai nasib, namun sesungguhnya penderitaan  adalah akibat kebodohan mereka sendiri."

-- Jenderal Soedirman [ Tokoh Militer, Pahlawan Nasional Indonesia, Jenderal pada Masa Revolusi Nasional Indonesia, 1916 - 1950 ] --

KATA BIJAK # 73 -- R. A. KARTINI

R.A. Kartini

 "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar bisa menjatuhkanmu adalah dirimu sendiri."

-- R.A. Kartini [ Tokoh Pelopor Emansipasi Wanita, Pahlawan Nasional, 1879 - 1904 ] --

KATA BIJAK # 5 -- AGUS SALIM

Agus Salim

"Jalan pemimpin bukanlah jalan yang mudah. Memimpin adalah menderita."

-- H. Agus Salim [ Diplomat dan Pahlawan Nasional, 1884 - 1954 ] --