Showing posts with label SASTRAWAN. Show all posts
Showing posts with label SASTRAWAN. Show all posts

KATA BIJAK # 649 -- JOHN STEINBECK

John Steinbeck

"Jiwa yang sedih bisa membunuhmu lebih cepat, jauh lebih cepat, daripada kuman."

( "A sad soul can kill you quicker, far quicker, than a germ." )

-- John Steinbeck [ Penulis asal Amerika Serikat, Peraih Nobel Sastra (1962). 1902 -1968 ] --

KATA BIJAK # 9 -- BUYA HAMKA ( HAJI ABDUL MALIK KARIM AMRULLAH )

KATA BIJAK # 9 -- BUYA HAMKA ( HAJI ABDUL MALIK KARIM AMRULLAH )

"Tidak ada jalan menuju kesuksesan yang singkat, selalu ada proses dan kerja keras yang harus dilakukan."

-- Buya Hamka / Haji Abdul Malik Karim Amrullah [ Agamawan / Ulama, Sastrawan dan Penulis, 1908 - 1981 ] --

-------------------------

KOMENTAR :

Kesuksesan tidak pernah datang secara instan. Di balik setiap pencapaian besar, selalu ada proses panjang yang melibatkan kerja keras, kesabaran, dan ketekunan. Banyak orang hanya melihat hasil akhirnya tanpa menyadari perjuangan di balik layar—jam-jam panjang latihan, kegagalan yang dihadapi, dan semangat yang terus dijaga meski hasil belum terlihat.

Tidak ada jalan pintas yang benar-benar aman menuju sukses. Jika pun ada, biasanya tidak bertahan lama. Justru proses yang penuh tantangan itu yang membentuk karakter, memberi pengalaman, dan menjadikan hasil yang dicapai terasa layak dan membanggakan.

Pesan ini mengingatkan kita untuk tidak terburu-buru. Nikmati prosesnya, hadapi tantangannya, dan terus bergerak meski perlahan. Karena sukses sejati bukan hanya tentang hasil, tapi tentang siapa kita menjadi selama perjalanan itu berlangsung.


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/Kasih.tulus.921

KATA BIJAK # 1-- FYODOR DOSTOYEVSKY

KATA BIJAK # 1-- FYODOR DOSTOYEVSKY

"Menjadi diri sendiri adalah kemewahan terbesar yang jarang dinikmati manusia."

[ Fyodor Dostoyevsky ]
-------------------------

KOMENTAR :

Menjadi diri sendiri sering kali terdengar sederhana, tapi kenyataannya sangat kompleks. Banyak orang tumbuh dalam budaya yang menuntut keseragaman, mengukur nilai diri dengan standar luar seperti pencapaian, pengakuan, atau penampilan. Dalam tekanan seperti itu, menjadi autentik bukan hanya sulit—kadang dianggap sebagai tindakan yang melawan arus.

Kemewahan menjadi diri sendiri berarti berani jujur terhadap apa yang kita rasakan, pikirkan, dan yakini, meski tidak selalu sesuai dengan ekspektasi sosial. Ini bukan tentang bersikap egois atau menolak kritik, tetapi tentang hidup selaras dengan nilai-nilai batin yang tidak bisa dipinjam dari orang lain. Hanya sedikit orang yang punya keberanian sebesar itu, karena harga yang harus dibayar kerap berupa kesepian, kritik, atau penolakan.

Namun ketika seseorang benar-benar berhasil menjadi dirinya sendiri, di situlah letak kemerdekaan sejati. Ia tidak lagi diperbudak oleh penilaian orang lain, dan kehidupannya menjadi milik sepenuhnya—bukan produk dari bayangan sosial. Itulah mengapa keaslian adalah kemewahan: karena tidak semua orang mampu memilikinya, meskipun setiap orang punya potensi untuk mencapainya.

Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/kasih.tulus.921