“Kerusakan alam bukan hanya karena
bencana, tapi karena keserakahan yang dilindungi kekuasaan.”
[ Emmy Hafild ]
-------------------------
Komentar :
1. Kerusakan alam lebih sering
disebabkan manusia daripada bencana alam
Kutipan ini menunjukkan bahwa kerusakan
lingkungan jarang murni berasal dari proses alam seperti gempa atau letusan
gunung.
Justru yang paling merusak adalah
tindakan manusia: pembalakan hutan, penambangan liar atau legal yang tidak
berkelanjutan, pencemaran industri, reklamasi yang merusak ekosistem, dan
eksploitasi tanpa batas.
Dengan kata lain, yang merusak bukan
“alam”, tetapi pilihan manusia.
2. Keserakahan adalah sumber utama
kerusakan
Kutipan ini menyoroti bahwa banyak
kerusakan terjadi karena dorongan: mengejar keuntungan cepat, memaksimalkan
profit, mengekstraksi sumber daya tanpa batas.
Keserakahan ini membuat manusia tidak
peduli terhadap dampak jangka panjang, keselamatan ekosistem, dan nasib
masyarakat lokal.
3. Kekuasaan melindungi pelaku perusakan
Inilah inti kritik dari Emmy Hafild,
yang selama bertahun-tahun memperjuangkan keadilan lingkungan: kerusakan besar
sering terjadi karena pelaku memiliki hubungan dengan kekuasaan.
Kekuasaan dapat melindungi keserakahan
melalui: kebijakan yang memihak korporasi, perizinan yang longgar, penegakan
hukum yang selektif, kriminalisasi masyarakat lokal, atau pembungkaman aktivis
lingkungan.
Kutipan ini menegaskan bahwa kerusakan
besar bukan terjadi karena “tak ada yang bisa menahan”, tetapi karena ada yang
melindungi.
4. Ketidakadilan ekologis dan sosial
berjalan bersama
Ketika kekuasaan melindungi pihak yang
merusak, yang paling dirugikan adalah: masyarakat adat, petani, nelayan,
komunitas pedesaan, generasi mendatang.
Mereka kehilangan: air bersih, tanah,
hutan, mata pencaharian, dan ruang hidup.
Karena itu, kutipan ini menekankan bahwa
kerusakan alam juga merupakan isu keadilan sosial.
5. Inti pesan
Kutipan ini bukan hanya kritik terhadap
perilaku individu, tetapi terhadap sistem kekuasaan yang memungkinkan
keserakahan merusak bumi.
Pesannya jelas:
Jika kerusakan alam ingin dihentikan,
bukan hanya perilaku manusia yang perlu berubah, tetapi juga struktur kekuasaan
yang melindungi perusakan.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1KqFcPTS6C/



No comments:
Post a Comment