“Kesejahteraan rakyat selalu menjadi
alasan yang dipakai oleh para tiran.”
[ Albert Camus ]
------------------------
Komentar :
Kutipan ini menyingkap ironi kekuasaan:
kata “kesejahteraan” kerap digunakan untuk membenarkan tindakan yang justru
merugikan rakyat. Camus mengingatkan bahwa tirani jarang tampil sebagai
kejahatan terang-terangan. Ia sering datang dengan bahasa yang terdengar
mulia—demi stabilitas, demi keamanan, demi kepentingan bersama.
Para tiran memahami bahwa rakyat lebih
mudah diyakinkan melalui janji kesejahteraan daripada ancaman. Atas nama
pembangunan atau ketertiban, kebebasan dibatasi, kritik dibungkam, dan penderitaan
dianggap sebagai “pengorbanan sementara”. Dalam kondisi ini, kesejahteraan
menjadi slogan kosong yang menutupi ketidakadilan struktural.
Camus menekankan pentingnya kewaspadaan
moral. Kesejahteraan sejati tidak bisa dipaksakan dari atas dengan mengorbankan
martabat manusia. Jika rakyat tidak dilibatkan, tidak dilindungi haknya, dan
tidak diberi ruang untuk bersuara, maka klaim kesejahteraan hanyalah topeng
kekuasaan.
Pesan ini tetap relevan hingga kini:
setiap kali kekuasaan berbicara atas nama rakyat, pertanyaan kritis harus
diajukan—siapa yang benar-benar sejahtera, dan siapa yang dikorbankan? Tanpa
keadilan dan kebebasan, kesejahteraan hanya menjadi alasan baru bagi penindasan
lama.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/1K5xJSnWH6/



No comments:
Post a Comment