Showing posts with label ANDRE GIDE. Show all posts
Showing posts with label ANDRE GIDE. Show all posts

KATA BIJAK # 896 - ANDRE GIDE

KATA BIJAK # 896 - ANDRE GIDE

"Kita tidak pernah tahu apa yang bisa kita lakukan sampai kita mencobanya."

[ Andre Gide ]

-------------------------

Komentar :

Banyak batasan yang kita rasakan sebenarnya bukan berasal dari kenyataan, melainkan dari prasangka dan ketakutan dalam pikiran sendiri. Kita sering meremehkan kemampuan diri, padahal potensi sejati baru akan terlihat ketika diuji dalam tindakan nyata. Mencoba bukan hanya soal hasil, tapi tentang membuka pintu kemungkinan. 

Sering kali, ketidakpercayaan diri membuat seseorang berhenti sebelum memulai. Padahal, langkah pertama—betapapun kecilnya—adalah kunci untuk membuka ruang pembelajaran dan pertumbuhan. Setiap keberhasilan besar selalu diawali oleh keberanian untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. 

Dalam hidup, yang menahan kita bukan ketidakmampuan, tapi ketidakinginan untuk mengambil risiko gagal. Jika kita berani mencoba, kita bisa menemukan kekuatan yang selama ini tersembunyi dalam diri kita sendiri. Dan di situlah, kita benar-benar mulai mengenal siapa diri kita sebenarnya. 


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/kasih.tulus.921

KATA BIJAK # 52 -- ANDRE GIDE

KATA BIJAK # 52 -- ANDRE GIDE

"Kejahatan terbesar bukanlah melakukan dosa, tapi membiarkan ketidakadilan terjadi."

-- Andre Gide [ Penulis dan Peraih Nobel Sastra (1947) dari Perancis, 1869 - 1951 ] -- 

-------------------------

KOMENTAR :

Kejahatan tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan aktif yang merugikan orang lain. Kadang, ia justru muncul dari diamnya orang-orang baik. Membiarkan ketidakadilan terjadi—tanpa protes, tanpa keberanian untuk menentang—adalah bentuk kejahatan yang lebih halus namun sangat merusak. Karena ketidakadilan tidak akan bertahan jika tidak ada yang membiarkannya.

Dalam sejarah, banyak tragedi kemanusiaan bukan hanya disebabkan oleh para pelaku tirani, tetapi juga oleh diamnya mayoritas yang memilih aman, nyaman, atau acuh. Ketika kita menutup mata terhadap penderitaan orang lain, atau berkata “itu bukan urusanku”, kita secara tidak langsung menjadi bagian dari sistem yang menindas.

Maka, keberanian moral bukan sekadar tidak berbuat salah, tapi juga berani menyuarakan yang benar. Tanggung jawab etis setiap manusia adalah menolak untuk menjadi penonton pasif ketika ketidakadilan terjadi di hadapan matanya.


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka


Diambil dari :

https://web.facebook.com/kasih.tulus.921