"Kebajikan itu ibarat pohon yang akarnya pahit. tetapi buahnya manis."
-- Aristoteles [ Filsuf dari Yunani, 384 - 322 SM ] --
-------------------------
KOMENTAR :
Kutipan dari Aristoteles ini mengajak kita merenung tentang konsep kebajikan dalam hidup.
Ia membandingkan kebajikan dengan sebuah pohon yang akarnya pahit, namun buahnya manis.
Apa yang bisa kita pelajari dari perumpamaan ini?
Mungkin kita pernah merasakan, melakukan hal-hal baik itu tidak selalu mudah. Terkadang, jalannya penuh tantangan dan tidak menyenangkan.
Namun, seperti akar pohon yang meskipun pahit, kebajikan itu membutuhkan usaha dan pengorbanan yang tidak selalu enak atau menyenangkan.
Pada akhirnya, buah dari kebajikan—kepuasan batin, kedamaian, dan kebahagiaan—akan terasa manis, bahkan lebih berharga daripada apa yang kita alami saat prosesnya.
Apakah kamu pernah merasa bahwa suatu kebajikan itu terasa berat di awal, tetapi memberi hasil yang luar biasa di kemudian hari?
Atau, adakah contoh kebajikan dalam hidup kamu yang, meskipun sulit, memberikan buah yang manis?
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Diambil dari :
https://web.facebook.com/literasikata.id



No comments:
Post a Comment