"Sebodoh-bodohnya manusia adalah yang tak tahu dirinya dibodohi."
[ Pramoedya Ananta Toer ]
----------
Komentar :
Sebodoh-bodohnya manusia adalah yang tak tahu dirinya
dibodohi. Kita hidup di dunia yang penuh cerita, penuh sejarah, penuh aturan
yang tampak suci, tetapi sering kali dibuat untuk menjerat kita. Orang-orang
yang bodoh tidak selalu mereka yang tak bisa membaca, atau tak bisa menghitung;
bodoh itu adalah ketika kita menerima apa yang disodorkan tanpa pertanyaan,
tanpa curiga, tanpa keberanian untuk menolak.
Di setiap sudut negeri, orang-orang dibodohi oleh janji
manis, oleh kata-kata indah yang mengelabui mata, dan oleh tradisi yang
dibungkus sebagai kewajaran. Kita diajari hormat, tapi tidak diajari berpikir.
Kita diajari mengikuti, tapi tidak diajari bertanya. Dan mereka yang tidak
sadar dibodohi akan terus mengulangi sejarah yang sama: menindas, ditindas, dan
diam saja ketika ketidakadilan terjadi di depan mata.
Manusia yang paling berbahaya adalah manusia yang tidak sadar
bahwa ia dijadikan alat, pion dalam permainan kekuasaan, dan penonton bagi
penderitaan sendiri. Kesadaran adalah satu-satunya jalan keluar. Ketika kita
tahu kita dibodohi, kita mulai bertanya, mulai menolak, dan mulai menulis ulang
nasib sendiri.
Karena bodoh yang sadar adalah awal dari perlawanan. Dan perlawananlah yang menandai manusia sejati, manusia yang hidup bukan hanya untuk diteruskan, tapi untuk memahami dan menuntut keadilan.


No comments:
Post a Comment