“Dalam politik, bahasa dirancang untuk membuat kebohongan terdengar jujur dan pembunuhan terdengar terhormat.”
[ George Orwell ]
-------------------------
Komentar :
Kutipan ini mengungkap peran bahasa
sebagai alat kekuasaan yang paling halus namun paling berbahaya. Orwell
menunjukkan bahwa penindasan tidak selalu dilakukan dengan paksaan fisik,
tetapi dengan kata-kata yang dipilih dan disusun sedemikian rupa agar
kebohongan tampak masuk akal dan tindakan tidak bermoral terasa sah.
Dalam politik, bahasa sering dipoles
menjadi eufemisme: kekerasan disebut “penertiban”, kegagalan disebut
“penyesuaian”, dan kebijakan merugikan dibungkus sebagai “kepentingan nasional”.
Ketika kata-kata kehilangan kejujurannya, publik kehilangan kemampuan untuk
menilai kenyataan secara jernih. Bahasa tidak lagi menjelaskan realitas,
melainkan menyamarkannya.
Orwell memperingatkan bahwa manipulasi
bahasa melemahkan kesadaran moral masyarakat. Jika kebohongan terdengar jujur,
maka kebenaran terasa berlebihan. Jika tindakan kejam terdengar terhormat, maka
empati perlahan terkikis. Pada titik ini, masyarakat tidak dipaksa untuk
setuju—mereka dibujuk untuk menerima.
Pesan ini tetap relevan: menjaga
kejujuran bahasa adalah bagian dari menjaga kemanusiaan. Berpikir kritis
terhadap kata-kata penguasa, mempertanyakan istilah yang digunakan, dan
menuntut kejelasan makna adalah bentuk perlawanan intelektual. Ketika bahasa
dibebaskan dari manipulasi, kebenaran memiliki kesempatan untuk bertahan.
*****
Sumber :
https://web.facebook.com/share/p/17w9x2RHbM/



No comments:
Post a Comment